
Bidik gelar Grand Slam kelima, Sinner waspadai kebangkitan Zverev Wimbledon

Jakarta (ANTARA) - Jannik Sinner semakin dekat dengan gelar Grand Slam kelima sepanjang kariernya. Namun, petenis nomor satu dunia itu menegaskan tidak akan menganggap remeh Alexander Zverev yang akan menjadi lawannya pada final Wimbledon 2026, Minggu (12/7).
Sinner melaju ke partai puncak setelah tampil impresif dengan menyingkirkan Novak Djokovic dalam tiga set langsung pada semifinal, Sabtu WIB. Di final, juara bertahan Wimbledon itu akan menghadapi Zverev dengan bekal rekor pertemuan yang sangat meyakinkan, yakni unggul 10-4, termasuk menyapu bersih empat pertemuan melawan petenis Jerman tersebut sepanjang musim ini.
Meski memiliki catatan superior, Sinner menilai laga final kali ini akan menghadirkan tantangan yang sama sekali berbeda.
"Saya senang bisa menghadapinya. Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik, lalu kita lihat bagaimana hasilnya. Yang pasti, pertandingan nanti akan sangat berat dan sangat berbeda dibandingkan semua pertemuan kami sebelumnya," kata Sinner, seperti dikutip ATP.
Menurut Sinner, status Zverev yang kini telah mengoleksi gelar Grand Slam usai menjuarai Roland Garros membuat lawannya tampil dengan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Performa Sinner sendiri sedang berada di level terbaik. Saat menghadapi Djokovic di semifinal, petenis berusia 24 tahun itu tampil nyaris tanpa cela. Ia hanya menghadapi satu break point sepanjang pertandingan dan mampu mengendalikan permainan hingga menutup laga dalam straight set.
Meski demikian, Sinner mengaku kemenangan atas pemegang 24 gelar Grand Slam itu tidak diraih dengan mudah.
"Melawan Novak, jika ingin mengimbanginya, Anda harus memainkan tenis terbaik. Hari ini saya melakukan servis dengan sangat baik dan itu sangat membantu," ujarnya.
Ia menambahkan, jalannya pertandingan bisa saja berubah drastis apabila Djokovic berhasil memanfaatkan peluang break pada set ketiga.
"Novak adalah lawan yang sangat sulit karena dia selalu memberikan tekanan. Tidak mudah bermain melawannya, tetapi saya puas dengan penampilan hari ini," kata Sinner.
Sinner juga memberikan penghormatan kepada Djokovic yang dinilainya masih mampu bersaing di level tertinggi meski telah memasuki fase akhir kariernya.
"Sangat luar biasa melihat dia masih mampu menampilkan level permainan seperti ini. Dia adalah inspirasi bagi kami semua, terutama generasi muda, tentang bagaimana pola pikir yang baik dapat memberikan dampak besar bagi kondisi fisik maupun mental," ujar Sinner.
Final Wimbledon 2026 diprediksi berlangsung sengit. Di satu sisi, Sinner berambisi mempertahankan dominasinya sekaligus meraih trofi Grand Slam kelima. Di sisi lain, Zverev datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah akhirnya menembus daftar juara Grand Slam, menjadikan duel perebutan gelar di All England Club kali ini layak dinantikan.
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

