Logo Header Antaranews Riau

Sekjen PBB peringatkan eskalasi AS-Iran ancam perdamaian dunia dan ekonomi global

Kamis, 9 Juli 2026 16:36 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, berbicara pada jumpa pers di Markas Besar PBB, di New York, Amerika Serikat, Jumat (28/2/2025). ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Manuel Elias/aa.

Hamilton, Kanada (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan atas kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah kedua negara terlibat bentrokan militer. Ia memperingatkan bahwa eskalasi terbaru tersebut dapat menggagalkan upaya diplomasi yang sebelumnya mulai menunjukkan kemajuan.

“Sekretaris Jenderal khawatir dengan kembalinya konfrontasi militer di kawasan Teluk. Insiden yang kita saksikan selama 24 jam terakhir berisiko menggagalkan kemajuan diplomatik yang telah dicapai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat,” ujar juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di Hamilton, Kanada, Rabu (8/7).

Guterres menilai kembalinya permusuhan dalam skala besar dapat membawa dampak buruk bagi masyarakat di kawasan Timur Tengah, sekaligus mengancam stabilitas dan keamanan internasional. Ia juga mengingatkan bahwa gejolak tersebut berpotensi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian global.

Melalui juru bicaranya, Guterres menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menghentikan langkah-langkah yang dapat memperbesar ketegangan.

“Sekretaris Jenderal menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghindari tindakan eskalasi lebih lanjut, dan segera mengambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan,” kata Dujarric.

Sekjen PBB juga menegaskan pentingnya seluruh pihak menghormati hukum internasional, termasuk kewajiban melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, serta menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Ia mendesak Washington dan Teheran untuk kembali membuka jalur perundingan guna menyelesaikan persoalan yang masih tersisa melalui pendekatan diplomatik.

“Kami tetap berkomitmen untuk mendukung semua upaya guna mencegah kembalinya konflik, memulihkan stabilitas, dan mendorong tercapainya solusi yang komprehensif serta berkelanjutan,” ujar Dujarric.

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada Rabu, menyusul meningkatnya ketegangan setelah serangan Iran terhadap tiga kapal tanker di kawasan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk dikirim ke pasar global. Eskalasi konflik di kawasan ini dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan energi dan memperburuk ketidakpastian ekonomi dunia.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026