Logo Header Antaranews Riau

Pakistan serukan AS-Iran redam ketegangan, ingatkan bahaya konflik kawasan global

Kamis, 9 Juli 2026 16:07 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar. (ANTARA/Rusya Dışişleri Basın Servisi/Anadolu/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menahan diri serta menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah. Islamabad memperingatkan bahwa eskalasi konflik hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak dan mengancam perdamaian regional.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan “keprihatinan mendalam” atas meningkatnya kembali ketegangan antara Washington dan Teheran. Dalam pernyataannya pada Rabu (8/7), Islamabad menegaskan bahwa konflik yang kembali memanas bukanlah kepentingan siapa pun.

“Tidak ada alternatif selain keterlibatan, dialog, dan diplomasi yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu perdamaian di kawasan ini,” kata Kemlu Pakistan.

Pakistan menyerukan seluruh pihak untuk mengedepankan sikap menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi semakin mengganggu stabilitas regional. Negara itu juga meminta AS dan Iran menghormati komitmen masing-masing berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yang dinilai menjadi fondasi bagi terciptanya saling pengertian, penghormatan, serta kemakmuran bersama.

Sebelumnya, pada 17 Juni, Iran dan AS disebut telah menyepakati MoU yang bertujuan mengakhiri konflik militer yang pecah setelah serangkaian serangan terhadap Teheran pada Februari.

Kemlu Pakistan menegaskan kesiapan negaranya untuk terus berperan sebagai mediator guna mendorong penyelesaian damai antara kedua pihak.

Ketegangan kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menyasar 85 lokasi militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Pelabuhan Salman, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Serangan itu terjadi setelah Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan operasi baru terhadap Iran dengan sasaran lebih dari 80 target. Washington menyebut tindakan tersebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyatakan keyakinannya bahwa perang dengan Iran tidak akan kembali terjadi.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026