Logo Header Antaranews Riau

Erdogan desak AS dan Iran menahan diri, jaga kesepakatan damai

Kamis, 9 Juli 2026 16:01 WIB
Image Print
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyambut Presiden AS Donald Trump—yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Turkiye menjelang KTT Kepala Negara dan Pemerintahan NATO ke-36 di Ankara—dengan upacara resmi di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, pada 7 Juli 2026. ANTARA/TUR Presidency/Murat Cetinmuhurdar - Anadolu Agency /pri.

Ankara (ANTARA) - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mencegah berbagai tindakan maupun provokasi yang berpotensi menggagalkan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Seruan tersebut disampaikan Erdogan saat menerima kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Ankara, Turkiye. Menurut Erdogan, menjaga stabilitas dan membuka jalan bagi perdamaian berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama.

"Kita perlu bersikap hati-hati untuk mencegah tindakan dan provokasi yang dapat merusak kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Turkiye akan terus berupaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan," ujar Erdogan, seperti dikutip kantor kepresidenannya.

Pernyataan Erdogan muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, pada Rabu dini hari (8/7), militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di kawasan strategis Selat Hormuz.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlaku. Iran kemudian menuding Washington telah melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya tercapai dan melakukan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

Dalam pertemuan Erdogan dan Merz, kedua pemimpin juga membahas hubungan bilateral Turkiye-Jerman serta perkembangan berbagai isu regional dan internasional, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Turkiye menegaskan akan terus memainkan peran diplomatik untuk mendorong dialog dan mencegah eskalasi konflik yang dapat mengancam keamanan kawasan.

Sumber: Sputnik/Ria Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026