Logo Header Antaranews Riau

IRGC klaim luncurkan serangan balasan ke empat Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Kamis, 9 Juli 2026 15:55 WIB
Image Print
Ilustrasi serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap empat pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Dalam pernyataan yang dikutip oleh Press TV pada Kamis, IRGC menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari respons balasan atas operasi militer Amerika Serikat yang sebelumnya menargetkan sejumlah wilayah di Iran.

IRGC menyatakan serangan gabungan dilakukan oleh unit angkatan laut dan kedirgantaraan dengan menggunakan rudal serta drone. Empat fasilitas militer AS yang disebut menjadi sasaran adalah Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta fasilitas militer AS di Juffair dan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.

"Pada tahap pertama respons balasan kami, pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan IRGC melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat," demikian pernyataan IRGC.

Kelompok tersebut juga memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah dapat diperluas apabila Washington melanjutkan operasi militernya terhadap Iran.

Sebelumnya, pada Rabu (8/7), militer Iran menyatakan kesiapan untuk menargetkan seluruh pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah jika serangan terhadap Iran kembali terjadi.

Pernyataan itu muncul setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada Rabu dini hari. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi tersebut sebagai respons atas dugaan ancaman Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati dan menyatakan bahwa seluruh pangkalan militer AS di kawasan dapat menjadi sasaran.

"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang menjadi tanggung jawab Amerika Serikat. Seluruh pangkalan mereka akan menjadi sasaran yang sah untuk diserang menggunakan drone militer," kata militer Iran seperti dikutip Kantor Berita IRNA.

Militer Iran juga mengklaim telah menyerang target di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain.

Hingga kini, klaim mengenai serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS tersebut masih berasal dari pihak Iran dan belum terdapat konfirmasi independen mengenai dampak maupun kerusakan yang ditimbulkan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026