Logo Header Antaranews Riau

Pantau warna urine, cara mudah cek hidrasi tubuh saat cuaca panas

Kamis, 9 Juli 2026 14:04 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang wanita sedang meminum air putih. ANTARA/Sizuka/am.

Jakarta (ANTARA) - Di tengah cuaca panas yang masih melanda sejumlah wilayah Indonesia, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi hal yang penting. Namun, menurut ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum., kebutuhan cairan tidak cukup diukur hanya dengan patokan minum dua liter air per hari.

Cara paling sederhana untuk mengetahui apakah tubuh sudah mendapat asupan cairan yang cukup, kata Tan, adalah dengan memperhatikan warna urine.

"Ini parameternya butuh lebih atau tidak. Kalau masih jernih kuning muda ya aman," ujar Tan saat dihubungi ANTARA, Rabu.

Ia menjelaskan, cuaca panas membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Selama warna urine masih terlihat jernih atau kuning muda, kondisi hidrasi tubuh umumnya masih terjaga. Sebaliknya, urine yang berwarna lebih pekat dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Menanggapi anggapan bahwa air kelapa lebih baik dibandingkan air mineral untuk menjaga hidrasi saat cuaca panas, Tan menilai keduanya memiliki fungsi masing-masing. Air kelapa boleh dikonsumsi jika tersedia, tetapi bukan merupakan kebutuhan yang wajib.

"Boleh aja, tapi enggak wajib," katanya.

Ia juga mengingatkan agar air kelapa dikonsumsi tanpa tambahan gula. Menurutnya, penambahan gula justru mengurangi nilai kesehatannya.

"Bukan keharusan. Kalau ada dan tersedia silakan saja, tanpa imbuhan gula," ujarnya.

Saat ditanya mengenai air kelapa yang dicampur gula, Tan menegaskan minuman tersebut tidak lagi menjadi pilihan yang sehat.

"Ya enggak sehat lagi dong," katanya.

Meski demikian, Tan menegaskan bahwa air mineral tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari dan menjaga hidrasi, terutama saat cuaca panas.

"Air mineral," ujarnya singkat ketika ditanya minuman terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh.

Dengan meningkatnya suhu udara di berbagai daerah, masyarakat diimbau lebih peka terhadap sinyal tubuh, termasuk memantau warna urine sebagai indikator sederhana untuk memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026