Logo Header Antaranews Riau

Persebaya maksimalkan performa pemain dengan teknologi VALD, cedera dicegah sejak dini

Kamis, 9 Juli 2026 13:28 WIB
Image Print
Chief Medical Officer Persebaya dr. Pratama Wicaksana Wijaya (kiri) berbincang dengan salah satu staf departemen medis klub terkait teknologi VALD di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (8/7/2026). ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin/am.

Jakarta (ANTARA) - Persebaya Surabaya semakin serius membangun fondasi prestasi dengan mengandalkan sport science berbasis data. Menyongsong kompetisi musim 2026/2027, Bajul Ijo mengoptimalkan performa pemain melalui penerapan teknologi VALD, sistem analisis fisik dan biomekanik yang membantu meningkatkan performa sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi mengatakan keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan kualitas pemain di lapangan, tetapi juga oleh kekuatan ekosistem pendukung, khususnya departemen medis yang diperkuat dokter, fisioterapis, hingga tenaga pendukung lainnya.

"Harapannya pemain-pemain Persebaya sebagai aset klub jangan sampai mengalami cedera. Kalau pun cedera, proses pemulihannya bisa lebih cepat," kata Candra saat dikonfirmasi ANTARA, Kamis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui investasi berkelanjutan untuk melengkapi perangkat teknologi VALD yang kini dinilai telah relatif lengkap. Menurut Candra, pengembangan fasilitas akan terus dilakukan mengikuti kebutuhan tim agar proses pemantauan kondisi fisik pemain semakin optimal.

Tak hanya itu, Persebaya juga memperkuat departemen medis melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Mayapada sehingga proses pencegahan, penanganan, hingga rehabilitasi cedera dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Chief Medical Officer Persebaya dr. Pratama Wicaksana Wijaya menjelaskan pemeriksaan pemain kini tidak lagi hanya mengacu pada Pre-Competition Medical Assessment (PCMA). Seluruh pemain juga menjalani functional movement assessment menggunakan teknologi VALD, fasilitas yang masih jarang dimiliki klub sepak bola di Indonesia.

Melalui serangkaian pengujian tersebut, tim medis dapat mengukur berbagai aspek penting, mulai dari kekuatan otot, daya ledak, kelincahan, kapasitas kardiovaskular, hingga biomekanik gerakan. Seluruh hasil pengujian kemudian diolah menjadi data objektif yang menjadi acuan pelatih fisik dan fisioterapis dalam menyusun program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pemain.

"Semua dijawab dengan angka. Berapa persen perbedaannya, nanti datanya diberikan kepada pelatih fisik dan tim fisioterapi untuk membuat program latihan, kemudian dievaluasi lagi secara berkala," ujar dr. Tommy, sapaan akrabnya.

Evaluasi kondisi fisik tersebut direncanakan dilakukan empat hingga enam kali dalam satu musim, mulai dari masa pramusim, pertengahan kompetisi, hingga akhir musim. Dengan demikian, perkembangan performa pemain dapat dipantau secara objektif sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan dalam program latihan maupun pemulihan.

Meski seluruh pemain dinyatakan dalam kondisi sehat, dr. Tommy mengungkapkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan agar mereka mampu mencapai performa terbaik.

"Prinsipnya pemain harus sehat dulu, baru bisa tampil maksimal," katanya.

Dalam penerapan teknologi VALD, Persebaya mengoperasikan sejumlah perangkat dengan fungsi yang berbeda. HumanTrak digunakan untuk menganalisis pola gerak dan rentang gerak tubuh secara tiga dimensi guna meningkatkan efisiensi pergerakan sekaligus mengurangi risiko cedera.

Selanjutnya, ForceDecks berfungsi mengukur daya ledak, keseimbangan tubuh, serta kesiapan neuromuskular melalui analisis saat pemain bertumpu dan mendarat. Sementara ForceFrame digunakan untuk mengukur kekuatan otot secara isometrik sehingga keseimbangan dan perkembangan performa atlet dapat dipantau secara lebih akurat.

Untuk menguji kecepatan dan kelincahan, tim memanfaatkan SmartSpeed yang mampu mengukur waktu reaksi serta performa sprint melalui sistem timing gate berbasis sensor nirkabel. Adapun NordBord menjadi tahap akhir pengujian dengan mengukur kekuatan dan keseimbangan otot hamstring yang berperan penting dalam mencegah cedera.

Menurut dr. Tommy, seluruh data yang dihasilkan dari rangkaian tes tersebut membantu tim medis mengidentifikasi potensi risiko cedera sejak dini, sekaligus menjadi dasar penyusunan program pencegahan dan peningkatan performa secara lebih presisi.

Menariknya, pemanfaatan teknologi ini tidak hanya diperuntukkan bagi skuad senior. Persebaya juga menerapkannya pada pemain Persebaya Academy dan Elite Pro Academy (EPA) sebagai bagian dari pengembangan sistem pembinaan berbasis data di seluruh jenjang usia.

Dengan pendekatan sport science yang semakin modern, Persebaya berharap mampu menjaga kebugaran pemain sepanjang musim, mempercepat proses pemulihan cedera, sekaligus meningkatkan daya saing tim dalam menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026