
AS gempur Iran, klaim balasan atas insiden kapal di Hormuz

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi militer tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Selasa, CENTCOM menyebut pihaknya telah melancarkan "serangkaian serangan yang kuat" untuk memberikan dampak signifikan terhadap Iran.
"Komando Pusat AS telah melancarkan serangkaian serangan yang kuat terhadap Iran sebagai respons atas tindakan mereka yang mengincar dan menyerang kapal-kapal komersial yang diawaki warga sipil tak bersalah di perairan internasional," tulis CENTCOM.
Menurut CENTCOM, operasi itu dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz. Mereka menilai aksi tersebut tidak memiliki dasar, membahayakan keselamatan pelayaran internasional, serta merupakan pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Laporan Axios menyebut serangan militer AS kali ini menargetkan berbagai aset strategis Iran, termasuk sistem pertahanan udara, sistem pengawasan pesisir, instalasi rudal darat-ke-udara, lokasi peluncuran rudal jelajah anti-kapal dan pesawat nirawak, hingga fasilitas pelabuhan.
Seorang pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan intensitas serangan terbaru ini empat hingga lima kali lebih besar dibandingkan operasi militer yang dilakukan sekitar 10 hari lalu.
Sementara itu, media nasional Iran, IRIB, melaporkan pada Selasa bahwa kapal Qatar Al-Rekayyat berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan pengawalan Angkatan Laut AS. Menurut laporan tersebut, kapal itu menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.
Di sisi lain, PBS News melaporkan sedikitnya tiga kapal tanker terkena hantaman proyektil dalam insiden terbaru di Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

