Logo Header Antaranews Riau

Swiss vs Kolombia: Harapan terakhir Amerika Selatan di tengah krisis cedera Swiss

Selasa, 7 Juli 2026 15:21 WIB
Image Print
Grafik ilustrasi pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Swiss melawan Kolombia yang dijadwalkan berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Selasa (7/7/2026) waktu setempat. ANTARA INFOGRAFIK/Vintan Rahmadanti

Jakarta (ANTARA) - Dominasi Eropa di Piala Dunia 2026 semakin terasa. Lima wakil Benua Biru telah memastikan tempat di perempat final, sementara Amerika Selatan belum mampu mengirim satu pun tim ke delapan besar.

Kini, harapan benua tersebut hanya bertumpu pada dua kekuatan tersisa: Argentina dan Kolombia.

Jika Argentina menghadapi tantangan dari Mesir, Kolombia justru harus mengukur kekuatan Swiss dalam laga babak 16 besar di BC Place, Vancouver, Kanada, Rabu (8/7) pukul 03.00 WIB.

Di atas kertas, jalan Kolombia tampak lebih terbuka, terutama setelah Swiss diterpa badai cedera yang mengancam kekuatan utama mereka.

Kondisi skuad berjuluk The Nati itu sedang tidak ideal. Tiga pemain penting—bintang muda Johan Manzambi, gelandang senior Ruben Vargas, dan Djibril Sow—terpaksa meninggalkan sesi latihan lebih cepat, memunculkan kekhawatiran mereka tidak akan cukup bugar untuk tampil menghadapi Kolombia.

Pelatih Murat Yakin pun tak menutupi kecemasannya. Kehilangan ketiga pemain tersebut, menurut dia, akan menjadi pukulan besar bagi peluang Swiss melangkah lebih jauh.

Masalah Swiss semakin rumit karena mereka juga dipastikan kehilangan bek Luca Jaquez dan gelandang Michel Aebischer yang sama-sama memiliki peran vital dalam keseimbangan permainan tim.

Absennya Manzambi dan Vargas berpotensi menjadi kerugian terbesar. Manzambi merupakan mesin gol baru Swiss dengan torehan tiga dari total sembilan gol timnya sepanjang turnamen.

Sementara itu, Vargas menjadi motor kreativitas serangan. Ia tercatat sebagai pemain Swiss dengan umpan silang terbanyak (22 kali) sekaligus pemain yang paling sering menerima umpan, yakni 67 kali. Perannya sangat penting dalam membangun serangan dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Kontribusi kedua pemain itu membantu Swiss mencatat nilai expected goals (xG) sebesar 8,57, tertinggi kesembilan di turnamen, sebuah indikator yang menunjukkan kualitas peluang yang berhasil mereka ciptakan.

Di sisi lain, Kolombia justru tampil lebih agresif dalam membangun serangan. Los Cafeteros telah menghasilkan 79 peluang, dengan 28 di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan. Namun efektivitas penyelesaian akhir mereka masih menjadi pekerjaan rumah, tercermin dari nilai xG yang hanya mencapai 6,35.

Dengan kondisi Swiss yang pincang akibat badai cedera, Kolombia memiliki kesempatan emas untuk mematahkan dominasi Eropa sekaligus menjadi wakil pertama Amerika Selatan yang mengamankan tiket ke perempat final. Tantangannya kini adalah memanfaatkan setiap peluang dengan lebih efektif, karena pada fase gugur, satu momen bisa menjadi pembeda antara pulang lebih cepat atau terus menjaga asa membawa kebanggaan benua.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026