Logo Header Antaranews Riau

Satu ditemukan meninggal, tiga korban tenggelam di Pelabuhan Tanjung Buton Siak masih dicari

Selasa, 7 Juli 2026 14:40 WIB
Image Print
Basarnas Pekanbaru melakukan apel sebelum berangkat menuju lokasi tenggelam tiga orang di Pelabuhan Tanjung Buton Siak pada Selasa (7/7/2026). ANTARA/HO-Basarnas Pekanbaru

Pekanbaru, (ANTARA) - Kantor Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) di Pekanbaru, Provinsi Riau, melakukan pencarian terhadap tiga korban tenggelam akibat kecelakaan perahu ponton di Pelabuhan Tanjung Buton, Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan informasi tentang insiden tersebut diterima dari seorang karyawan Tujuh Samudra Cruise Company. Insiden itu terjadi pada Selasa pagi, dengan laporan awal menyebutkan tiga orang selamat, satu orang ditemukan tewas, dan tiga lainnya masih hilang.

"3 korban selamat, 1 orang ditemukan tewas dan 3 lainnya sedang dicari," katanya dalam pernyataan yang diterima di Pekanbaru, Selasa.

Berdasarkan laporan awal, kapal ponton tersebut sedang melakukan kegiatan inspeksi survei kedalaman di kapal MV HIMALA. Namun, karena arus yang cukup kuat, ponton tersebut terseret ke bawah tongkang yang berada di sisi kapal MV HIMALA sehingga menyebabkan tongkang tersebut tenggelam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Basarnas Pekanbaru segera mengirimkan tim penyelamat yang terdiri dari 10 personel ke lokasi kejadian. Operasi pencarian akan difokuskan di sekitar LKP (Last Known Position) menggunakan metode pencarian permukaan.

Selain itu, jika cuaca dan kondisi arus memungkinkan, tim SAR juga akan melakukan operasi penyelaman untuk mempercepat proses pencarian korban.

Jika korban ditemukan, mereka akan dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lebih lanjut.

Kantor Basarnas Pekanbaru terus berkoordinasi dengan elemen terkait dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban yang masih dinyatakan hilang.

"Kami mengerahkan semua kemampuan dan sumber daya yang tersedia untuk mencari para korban. Semoga para korban yang masih dicari dapat segera ditemukan," katanya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026