Logo Header Antaranews Riau

APP Group perkuat tata kelola air gambut guna cegah karhutla

Kamis, 18 Juni 2026 19:43 WIB
Image Print
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat saat meninjau sejumlah lokasi pengelolaan gambut di Pelalawan, Kamis (18/6). (ANTARA/dok)

Pelalawan (ANTARA) - APP Group melalui PT Arara Abadi dan PT Satria Perkasa Agung memperkuat kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis tata kelola air gambut di Kabupaten Pelalawan, melalui pembangunan sekat kanal, pembasahan lahan, serta pemantauan tinggi muka air tanah.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat saat meninjau sejumlah lokasi pengelolaan gambut di Pelalawan, Kamis, mengatakan pembangunan sekat kanal dan upaya mempertahankan genangan air menjadi langkah mitigasi penting untuk mengurangi risiko kebakaran lahan gambut.

“Di sini menarik ada kolaborasi langsung antara PT Arara Abadi dengan tetangganya ini, masyarakat, melakukan namanya water sharing, berbagi air. Kemudian melakukan sekat kanal, sehingga wilayah masyarakat di sini akan tergenangi atau terairi dengan baik. Itu adalah satu tanggung jawab yang baik dari perusahaan,” ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Muhammad Jumhur Hidayat.

Lebih lanjut ia mengatakan, lahan gambut apabila tidak digenangi secara terus menerus dan terus disinari matahari berpotensi menjadi panas dan bisa terbakar. Gerakan bersama untuk menggenangi air seperti membangun sekat-sekat kanal merupakan bagian dari upaya mitigasi agar bencana kebakaran lahan bisa dikurangi.

Peninjauan tersebut dilakukan di Desa Pangkalan Terap, area kerja PT Arara Abadi Distrik Merawang, Desa Pulau Muda atau Parit Sri Mawar, hingga Pulau Mendol.

Pada lokasi kunjungan, rombongan memperoleh penjelasan mengenai intervensi pembasahan gambut, pembangunan sekat kanal, pengelolaan tinggi muka air tanah, serta dukungan sarana pencegahan dan pengendalian karhutla.

Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata mengatakan pencegahan karhutla perlu dilakukan sebelum kebakaran terjadi melalui penguatan tata kelola air, pemanfaatan teknologi pemantauan, serta kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

"Perusahaan mendukung pembangunan sekat kanal, pembasahan lahan gambut, serta pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kondisi gambut tetap basah sehingga risiko kebakaran dapat ditekan," ucapnya.

Di Desa Pangkalan Terap, PT Arara Abadi mendukung pembangunan 13 sekat kanal yang terdiri atas lima sekat kanal atas permintaan KLH/BPLH dan delapan sekat kanal yang dibangun perusahaan guna menahan air agar tidak langsung mengalir ke hilir.

Sementara di Desa Pulau Muda, PT Arara Abadi bersama PT Satria Perkasa Agung mendukung pembangunan enam sekat kanal serta kegiatan cuci parit sepanjang 900 meter melalui penyediaan pembiayaan, tenaga teknis, supervisi, dan operasional lapangan.

Selain pembangunan infrastruktur tata kelola air, APP Group juga menerapkan pemantauan tinggi muka air tanah di area operasional PT Arara Abadi melalui pengukuran muka air, penurunan permukaan tanah (subsidence), serta pemanfaatan Fire Danger Rating System untuk mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko karhutla.

"Pengelolaan gambut membutuhkan disiplin operasional dan pemantauan yang konsisten. Karena itu, intervensi fisik seperti sekat kanal dan pembasahan lahan perlu berjalan beriringan dengan sistem pemantauan, kesiapan tim lapangan, serta keterlibatan masyarakat. Bagi kami, pencegahan karhutla adalah agenda bersama yang harus dijalankan secara berkelanjutan,” tambah Suhendra.

Perusahaan juga menjalankan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang melibatkan masyarakat dalam pencegahan kebakaran, peningkatan kesadaran lingkungan, dan pengembangan alternatif ekonomi desa sebagai bagian dari pendekatan terpadu pengendalian karhutla.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026