Logo Header Antaranews Riau

Swiss vs Bosnia: Tembok Balkan menanti, Xhaka cs ditantang lebih berat

Kamis, 18 Juni 2026 16:54 WIB
Image Print
Bek Swiss, Manuel Akanji (kiri) melompat dan menyundul bola dengan pemain tengah Serbia Sergej Milinkovic-Savic pada pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2018 Rusia antara Serbia dan Swiss di Stadion Kaliningrad di Kaliningrad (22 Juni 2018). (Patrick HERTZOG / AFP)

Jakarta (ANTARA) - Setelah dibuat frustrasi oleh Qatar pada laga pembuka, Swiss kini menghadapi ujian yang berpotensi lebih berat saat menantang Bosnia dan Herzegovina dalam laga kedua Grup B Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Amerika Serikat, Jumat (19/6) pukul 02.00 WIB.

Di atas kertas, Swiss memang lebih diunggulkan. Tim yang diperkuat kapten Granit Xhaka itu datang sebagai juara Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa sekaligus tim dengan peringkat FIFA tertinggi di grup. Namun sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi.

Jika Qatar mampu menahan Swiss dengan pertahanan rapat dan disiplin, Bosnia diperkirakan menawarkan tantangan yang lebih kompleks. Tim asuhan Sergej Barbarez dikenal sebagai salah satu tim dengan organisasi pertahanan terbaik yang tampil di turnamen ini.

Bosnia datang ke pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir sejak menyerah 1-2 kepada Austria pada kualifikasi Piala Dunia zona Eropa pada September 2025. Dalam rentang tersebut, Bosnia juga menunjukkan konsistensi luar biasa di lini belakang dengan hanya sekali kebobolan dalam setiap pertandingan, bahkan mencatat nirbobol saat menghadapi North Macedonia dalam laga persahabatan.

Ketangguhan pertahanan Bosnia telah membuat sejumlah tim kuat Eropa frustrasi. Austria, Italia, hingga Wales mengalami kesulitan membongkar benteng yang dikawal kiper Nikola Vasilj. Ketangguhan itulah yang akhirnya mengantar Bosnia melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.

Pada laga pertama turnamen, tuan rumah Kanada pun merasakan hal serupa. Bosnia sukses memaksa Kanada bermain imbang 1-1 setelah kembali memperlihatkan disiplin bertahan yang nyaris tanpa celah.

Meski demikian, Swiss memiliki modal yang tidak dimiliki Kanada: agresivitas menyerang yang jauh lebih tinggi.

Saat menghadapi Qatar, Swiss mendominasi pertandingan dengan menciptakan 26 peluang, tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sebagai perbandingan, Kanada hanya menghasilkan 13 peluang dengan empat tembakan tepat sasaran ketika menghadapi Bosnia.

Data itu menunjukkan Swiss memiliki kapasitas untuk terus menekan lawan dan menciptakan peluang dalam jumlah besar. Persoalannya, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Dari 26 peluang melawan Qatar, Swiss hanya mampu mencetak satu gol, itupun melalui titik penalti. Statistik tersebut memunculkan pertanyaan penting menjelang duel kontra Bosnia: apakah lini depan Swiss memang sedang kehilangan ketajaman, atau justru mereka berhadapan dengan pertahanan yang sangat sulit ditembus?

Jawabannya akan terungkap di Los Angeles. Yang pasti, jika Swiss kembali membuang banyak peluang seperti saat melawan Qatar, mereka bisa saja kembali kehilangan poin. Sebab, Bosnia telah berulang kali membuktikan bahwa satu celah kecil saja sudah cukup bagi mereka untuk bertahan dan mencuri hasil positif.

Pertandingan ini bukan sekadar duel perebutan tiga poin, melainkan pertarungan antara kreativitas serangan Swiss dan disiplin pertahanan Bosnia. Dan untuk pertama kalinya di turnamen ini, pasukan Granit Xhaka mungkin akan menghadapi tembok yang lebih kokoh daripada yang mereka temui saat melawan Qatar.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026