Logo Header Antaranews Riau

Utusan Presiden Mardiono sambangi kediaman Ustadz Abdul Somad

Rabu, 17 Juni 2026 19:58 WIB
Image Print
Utusan Khusus Presiden Muhamad Mardiono yang juga Ketum PPP berdiskusi dengan UAS di kediamannya, Kawasan Rimbo Panjang,Kampar (Diana/Antara)

Kampar (ANTARA) - Utusan Khusus Presiden yang juga merupakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhamad Mardiono melakukan kunjungan silaturahmi dan diskusi bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) di kediamannya, kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Rabu.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dengan membahas berbagai isu kebangsaan, dinamika global, serta peran umat Islam dalam pembangunan bangsa. Mardiono menyampaikan bahwa kedatangannya meminta pandangan dan masukan dari UAS terkait tugasnya di pemerintahan maupun di partai politik.

"Secara terbuka sudah kita sampaikan bahwa kita bersilaturahmi sebagai utusan presiden dan ketum partai. Saya meminta masukan dan arahan terkait dinamika yang terjadi saat ini, juga terkait berbagai kebijakan," ujar Mardiono.

Selain sebagai utusan presiden, Mardiono juga menyampaikan dirinya datang dalam kapasitas sebagai pimpinan partai politik untuk mendapatkan arahan agar PPP terus mampu mengabdi kepada masyarakat dan umat.

"Saya juga mohon arahan agar Partai Persatuan Pembangunan ini terus dapat mengabdikan diri kepada umat. Perjuangan PPP tidak akan terlepas dari pengabdian kita kepada masyarakat," katanya.

Mardiono menilai peran ulama sangat penting dalam memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan, termasuk menghadapi perubahan dunia yang semakin kompleks. Ia menyebut UAS memiliki wawasan luas yang tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga internasional.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi langkah silaturahmi sebagai ruang komunikasi antara tokoh pemerintahan, politik, dan ulama.

"Sebagai seorang muslim, kita harus melek politik, kita perlu menyalurkan aspirasi melalui perwakilan rakyat di parlemen, mulai dari tingkat kabupaten, kota, provinsi hingga pusat sehingga bisa menjadi kebijakan dalam bentuk perda maupun undang-undang," ujar UAS.

UAS juga mengingatkan pentingnya umat Islam memahami peran politik dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki harapan sederhana terhadap pemerintah, seperti akses pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lapangan kerja, dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

"Kita tidak meminta banyak. Kita ingin jalan bagus, sekolah bisa gratis ataupun terjangkau, setelah tamat bisa mendapatkan pekerjaan, ketika sakit biaya pengobatan bisa murah, dan tempat ibadah nyaman,” ungkapnya.

Pertemuan antara Mardiono dan UAS diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk menghadirkan manfaat bagi umat dan bangsa.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026