Logo Header Antaranews Riau

Swiss jadi tuan rumah penandatanganan MoU Iran--AS di Burgenstock, 19 Juni

Rabu, 17 Juni 2026 12:41 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bendera AS dan bendera Iran, pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Anadolu Agency/pri.

Istanbul (ANTARA) - Sebuah perkembangan diplomatik penting tengah dipersiapkan di Eropa. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Jumat, 19 Juni, di resor Burgenstock, Swiss tengah.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi kepada Anadolu, Selasa (16/6), bahwa persiapan acara tersebut telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan sejumlah pihak, termasuk Amerika Serikat, Iran, Pakistan, dan Qatar dalam beberapa hari terakhir.

Departemen Luar Negeri Federal Swiss (FDFA) menyatakan bahwa komunikasi lintas negara terus berlangsung untuk memastikan kelancaran agenda diplomatik tersebut.

“Pada tahap ini, penandatanganan dijadwalkan pada Jumat, 19 Juni, di Bürgenstock, Kanton Nidwalden,” ujar Juru Bicara FDFA, Pierre-Alain Eltschinger, dalam pernyataan resminya kepada Anadolu.

Lokasi pertemuan di kawasan pegunungan Bürgenstock itu disebut-sebut dipilih melalui usulan mediator dari Pakistan dan Qatar, dengan persetujuan kedua pihak utama, yakni Amerika Serikat dan Iran.

Swiss sendiri menegaskan perannya sebagai fasilitator netral dalam proses tersebut. Pemerintah Swiss disebut menyediakan dukungan logistik dan diplomatik agar pertemuan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif di wilayahnya.

“Swiss bertindak sebagai fasilitator dalam proses ini, menciptakan kondisi praktis dan diplomatik yang diperlukan agar pertemuan ini dapat berlangsung di wilayah Swiss,” jelas Eltschinger.

Namun hingga kini, pihak FDFA belum memberikan rincian lebih lanjut terkait isi kesepakatan maupun format acara penandatanganan tersebut. Pemerintah Swiss menegaskan bahwa detail teknis dan substansi MoU masih dirahasiakan.

“Tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat diberikan pada tahap ini mengenai prosedur atau rincian penandatanganan yang direncanakan,” demikian pernyataan FDFA.

Kesepakatan ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan dua negara yang selama ini memiliki hubungan yang penuh ketegangan, dengan Swiss kembali memainkan peran sebagai jembatan diplomasi di tengah dinamika geopolitik global.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026