
Rusia siap perbaiki situs bersejarah Iran korban serangan AS-Israel

Moskow (ANTARA) - Rusia menyatakan kesiapannya untuk membantu memulihkan puluhan situs bersejarah Iran yang mengalami kerusakan akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Dukungan tersebut mencerminkan semakin eratnya kerja sama budaya dan pariwisata antara Moskow dan Teheran di tengah upaya penyelamatan warisan sejarah yang terdampak konflik.
Kepala Pusat Urusan Internasional dan Diplomasi Kementerian Warisan Budaya, Pariwisata, dan Hasta Karya Iran, Hojjatollah Ayoubi, mengungkapkan bahwa pemerintah Rusia menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung pelestarian warisan budaya Iran.
"Kami melihat tekad yang kuat di kalangan pejabat Rusia untuk memperkenalkan budaya, seni, sejarah, dan warisan budaya Iran secara tepat melalui berbagai program," ujar Ayoubi di sela Forum Pariwisata Internasional ke-6 yang berlangsung di Rusia, Ahad.
Menurutnya, Rusia bahkan siap mengirim tim ahli restorasi ke Iran dalam waktu dekat guna membantu proses rekonstruksi berbagai monumen dan situs bersejarah yang mengalami kerusakan.
Bantuan tersebut dinilai penting mengingat skala kerusakan yang cukup besar. Serangan yang terjadi pada 18 Maret 2026 tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga menyasar sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi simbol identitas dan peradaban Iran.
Salah satu lokasi yang mengalami kerusakan adalah Kompleks Istana Sa'dabad di Teheran. Kompleks yang dibangun pada era Dinasti Qajar dan kemudian direnovasi oleh Dinasti Pahlavi itu merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di Iran. Bekas-bekas dampak serangan dilaporkan terlihat di berbagai bagian kawasan bersejarah tersebut.
Di ibu kota Teheran, sejumlah situs penting lainnya juga dilaporkan terkena serangan langsung, termasuk Istana Golestan, Benteng Bersejarah Teheran (Arg of Tehran), Grand Bazaar Teheran, Istana Marmer, Gedung Shahrbani, bekas Gedung Senat, Masjid Sepahsalar, serta Museum-Istana Farahabad.
Kerusakan tidak hanya terjadi di Teheran. Direktur Jenderal Situs Warisan Dunia Kementerian Warisan Budaya Iran, Farhad Azizi, menyebut sedikitnya 56 museum, monumen bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi mengalami kerusakan signifikan.
Di Provinsi Isfahan, beberapa situs yang memiliki nilai sejarah dunia turut terdampak. Kompleks Lapangan Naqsh-e Jahan yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, Istana Chehel Sotoun, Masjid Agung Abbasi, hingga sejumlah bagian Kota Tua Isfahan dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Di tengah situasi tersebut, Iran dan Rusia juga memperkuat kerja sama sektor pariwisata. Ayoubi mengungkapkan bahwa kedua negara telah menandatangani Rencana Aksi Kerja Sama Pariwisata Teheran-Moskow untuk periode 2026–2028 bersama Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia.
Ia menilai Iran memiliki potensi wisata yang sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Menurutnya, setiap tahun jutaan wisatawan Rusia berkunjung ke negara-negara sekitar Iran yang daya tarik wisatanya tidak sekaya negeri Persia tersebut.
Dengan dukungan teknis dari Rusia dan komitmen kedua negara dalam mempererat hubungan budaya, Iran berharap proses pemulihan situs-situs bersejarah yang rusak dapat berjalan lebih cepat sehingga warisan peradaban yang bernilai tinggi itu dapat kembali dinikmati oleh generasi mendatang.
Sumber: IRNA-OANA
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

