Logo Header Antaranews Riau

Kapolres Inhu kunjungi kawasan Suku Talang Mamak

Sabtu, 13 Juni 2026 11:27 WIB
Image Print
Kapolres Inhu Rombongan Naik Perahu Tradisional Menuju Masyarakat Suku Talang Mamak (ANTARA/ASRI)
"Susur Sungai Gansal selama tiga jam menuju masyarakat suku Talang Mamak sangat mengasyikan, salah satu perjalanan wisata"

Rengat (ANTARA) - Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra bersama rombongan menyusuri Sungai Gansal sepanjang lebih dari puluhan kilometer, selama tiga jam menggunakan perahu motor untuk menjangkau masyarakat Suku Talang Mamak di Dusun Nunusan Desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal.

Perjalanan menuju kawasan pedalaman kemarin dilakukan usai rangkaian kunjungan kerja Kapolres Inhu di Polsek Batang Gansal.

"Perjalanan bersama rombongan juga wujud kepedulian sosial dan perkuat hubungan silaturahmi dengan masyarakat," kata PS Humas Polres Inhu AIPTU Misran di Rengat, Sabtu.

Setelah berkumpul di Batang Gansal, rombongan menaiki perahu tradisional terbuat dari papan dari desa wisata. Dengan berbagai persiapan kemudian langsung meluncur menyusuri sungai melawan arus menuju tujuan.

Di atas sampan yang kuat, suasana gelombang air tinggi, berombak halus menyusul sungai yang berbatu, tim tak pernah menyerah dalam mencapai tujuan akhir masyarakat pedalaman.

Banyak kisah menarik dalam perjalan itu, pengalaman berharga buat rombongan Kapolres Inhu. Bahkan, di tengah bentangan alam yang masih asri dan jauh dari pusat keramaian, rombongan akhirnya tiba di permukiman masyarakat yang berada di tepian Sungai Batang Gansal sekitar pukul 15.00 WIB.

Kehadiran Kapolres bersama Ketua Cabang Bhayangkari Inhu Ny Eka Priyanti Ariandy dan sejumlah pejabat utama Polres Inhu disambut hangat oleh warga Suku Talang Mamak yang menjalani kehidupan sederhana, dengan beragam keunikan dan mereka hidup berdampingan dengan alam dalam menjaga tradisi leluhur mereka.

"Masyarakat menyambut baik rombongan, suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan tersebut," Misran menceritakan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Inhu menyerahkan bantuan sosial berupa beras dan paket sembako kepada 40 warga Dusun Nunusan sambilan menitipkan beberapa pesan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Tujuannya, membantu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat adat di wilayah pedalaman.

Tak hanya itu, Ketua Cabang Bhayangkari Inhu bersama Ketua Bhayangkari Ranting Batang Gansal juga menyerahkan bantuan kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.

Warga terlihat antusias menyambut rombongan dengan Senin budaya adat pedalaman yang bernilai tradisi dan mengapresiasi perhatian yang diberikan Polres Inhu kepada masyarakat pedalaman.

Kata Misran, kehadiran langsung Kapolres Inhu di tengah mereka menjadi pengalaman yang membekas sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan Polri dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

PS Kasi Humas Polres Inhu Misran menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat pengabdian Polri kepada masyarakat dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

“Kegiatan bakti sosial itu menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pedalaman,” sebutnya.

Meskipun rombongan harus menempuh perjalanan cukup jauh melalui jalur sungai, hal itu tidak mengurangi semangat untuk berbagi dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat Suku Talang Mamak.

Karena, kegiatan tersebut selaras dengan program jalur Kapolda Riau yang bertujuan memperkuat pelayanan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai dan wilayah terpencil.

Program membawa pesan kepedulian, kebersamaan dan kehadiran negara bagi masyarakat adat yang hidup di pedalaman berdampak positip.

Semangat bhayangkara, bhayangkari yang mengabdi untuk masyarakat pun terasa nyata, mengalir bersama arus Sungai Gansal menuju hati masyarakat Suku Talang Mamak.

Untuk diketahui, menyusuri Sungai Batang Gansal menuju pemukiman Suku Talang Mamak di pedalaman kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) menawarkan petualangan alam dan budaya.

Sepanjang perjalanan, terlihat lanskap hutan hujan tropis yang asri, air sungai yang jernih kehijauan, serta berbagai keindahan alami belum tergerus tangan tangan manusia.

Dalam perjalanan akan menemukan, Batu Legenda, tepian sungai dihiasi formasi batu unik yang memiliki cerita rakyat. Seperti Batu Tobat, Batu Naga, Batu Babi, dan Batu Lipat Kain.

Sambilan menikmati pemandangan alami itu, diatas jalur akan merasakan percikan - percikan air memghempas, perahu terasa bergoyang menyusur sungai yang melawan arus.

Kearifan budaya Talang Mamak, di kanan-kiri sungai, dapat melihat kehidupan sehari-hari Suku Talang Mamak yang masih menjaga tradisi, seperti rumah adat, upacara adat dan kerajinan lokal.

Selain itu, air terjun tersembunyi berada sekitar kawasan hutan penyangga, terdapat wisata air terjun eksotis, seperti Tembulun Kinutan, Tembulun Bengayoan dan Air Terjun Sultan Lembayang.

Dengan keanekaragaman hayati, aliran sungai merupakan habitat berbagai jenis ikan besar dan dilintasi satwa liar Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Sebelum berangkat, memulai perjalanan dari Desa Wisata Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, berjarak lebih dari 50 kilo meter dari Kota Rengat.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026