Logo Header Antaranews Riau

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ketegangan Iran-AS Makin Memanas

Kamis, 11 Juni 2026 11:06 WIB
Image Print
Sebuah kapal menunggu untuk melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua minggu antara AS dan Iran, yang bergantung pada pembukaan selat tersebut, di Oman pada 8 April 2026. Lalu lintas pengiriman tetap berada pada tingkat rendah, menurut laporan. (Anadolu Agency/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Militer Iran pada Kamis mengumumkan Selat Hormuz ditutup sepenuhnya untuk aktivitas pelayaran menyusul meningkatkan ketegangan dan permusuhan di kawasan.

Melalui siaran televisi nasional Iran, Markas Besar Khatam Al-Anbiya mengatakan, jalur laut yang strategis tersebut ditutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker dan kapal dagang, karena apa yang mereka sebut sebagai ketidakamanan di kawasan.

Baca juga: CENTCOM Tembak Jatuh Serangan Iran di Selat Hormuz, Radar Qeshm Jadi Sasaran Balasan

Militer Iran memperingatkan bahwa "pergerakan apapun" di Selat Hormuz akan menjadi sasaran tembak.

Keputusan tersebut dibuat menyusul berlanjutnya "agresi Amerika" serta serangan Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Provinsi Hormozgan di Iran selatan.

Markas Besar Khatam Al-Anbiya juga membantah klaim AS bahwa kapal-kapal masih bisa melintasi Selat Hormuz.

Baca juga: Iran dan Oman Sepakat Kelola Selat Hormuz Berdasarkan Hukum Internasional

Adapun sebelumnya media Iran melaporkan terjadinya ledakan, aktivasi sistem pertahanan udara, dan serangan udara di sejumlah titik di Iran selatan, termasuk Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, dan Sirik.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan "membela diri" tambahan terhadap target-target di Iran.


Sumber: Anadolu




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026