Logo Header Antaranews Riau

Kirgistan Akan Dorong Gagasan Baru Penyelesaian Konflik Global di DK PBB

Kamis, 4 Juni 2026 12:42 WIB
Image Print
Arsip - Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat tentang Venezuela di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (5/1/2026). (ANTARA/Xinhua/HO-UN Photo/Loey Felipe/aa.)

PBB/New York (ANTARA) - Kirgistan, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, akan berupaya menawarkan solusi inovatif untuk konflik yang terjadi di seluruh dunia, termasuk di Ukraina, kata Edil Baisalov, duta besar baru republik tersebut untuk Washington, pada Rabu.

Sebelumnya pada hari itu, seorang koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa Kirgistan terpilih oleh Majelis Umum PBB untuk masa jabatan dua tahun untuk pertama kalinya.

Austria, Portugal, Zimbabwe, serta Trinidad dan Tobago juga terpilih.

Baca juga: Sekjen PBB Desak Deeskalasi Segera di Tengah Memanasnya Konflik Ukraina

"Kami menyadari semua krisis yang terjadi saat ini. Kami memiliki pandangan kami sendiri," kata Baisalov kepada wartawan ketika ditanya bagaimana Kirgistan akan menangani konflik global seperti di Iran, Ukraina, dan Jalur Gaza.

"Jelas, kami akan berkonsultasi dengan banyak anggota yang mendukung pemilihan kami. Kami mengetahui prosedur Dewan Keamanan, dan kami akan menjadi suara yang akan mencoba menghadirkan beberapa solusi inovatif," imbuhnya.

Solusi-solusi lama dari kekuatan-kekuatan lama diusulkan berulang kali untuk masalah-masalah baru, katanya.

Itulah sebabnya penting bagi negara-negara seperti Kirgistan, yang belum pernah bergabung dengan Dewan Keamanan PBB sebelumnya, untuk diundang ke meja pengambilan keputusan tersebut, katanya lebih lanjut.

Baca juga: PBB: Serangan Israel di Lebanon Ganggu Distribusi Bantuan Kemanusiaan

Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 anggota: lima anggota tetap (Rusia, China, Prancis, Inggris Raya, dan Amerika Serikat) dengan hak vetonya, dan 10 anggota tidak tetap, yang dipilih berdasarkan prinsip regional.

Negara-negara yang baru terpilih akan menggantikan Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia di dewan tersebut.

Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Latvia, dan Liberia akan mempertahankan kursi mereka sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan untuk sementara waktu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026