Logo Header Antaranews Riau

Gaya Berlapis Tanpa Gerah: Panduan Fashion Musim Panas

Rabu, 3 Juni 2026 14:26 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kolase foto para model memamerkan busana karya perancang busana Virginie Viard untuk rumah mode Chanel untuk koleksi musim semi/musim panas 2022 dalam rangkaian Paris Fashion Week 2022 pada Selasa (5/10) waktu setempat. (Gorunway.com/Alessandro Viero)

Jakarta (ANTARA) - Seni berbusana berlapis di musim panas adalah seni menciptakan kenyamanan, keringanan, dan keanggunan secara bersamaan. Kebutuhan untuk menciptakan tampilan yang elegan dengan menggunakan bahan dan gaya yang ringan dapat menampilkan kesan mudah bernapas tanpa terasa merepotkan.

Ditulis laman Hindustan Times, Selasa (2/6), desainer kreatif dan direktur Gargee Designer Ravi Gupta mengatakan saat musim panas tetap bisa menggunakan pakaian berlapis dengan teknik yang cerdas.

Menurut Ravi, inti dari menciptakan lapisan pakaian musim panas yang nyaman dimulai dengan pemilihan kain. Kain seperti sintetis cenderung sangat tebal dan tidak memiliki ventilasi yang cukup untuk mencegah panas tubuh terperangkap di dalamnya.

Baca juga: Tampil Memikat di Bulan Suci, Ellaya Indonesia Rilis Koleksi "Serenia Garden"

Ia merekomendasikan untuk memilih kain yang mudah bernapas seperti linen, katun, modal, dan tencel daripada kain sintetis karena karakteristiknya yang mendinginkan.

Ia menyoroti bahwa linen dipilih saat musim panas karena sifatnya yang ringan, sementara katun menawarkan keringanan dan kenyamanan untuk pakaian kasual. Contoh kain lainnya termasuk bahan tipis dan jala, yang dapat digunakan untuk menciptakan lapisan tanpa menambah kesan tebal.

“Demikian pula, perlu diperhatikan kesesuaian pakaian,” kata Ravi.

Sementara teknik pakaian berlapis atau layering di musim panas juga perlu dilakukan lebih efektif dengan mudah dan tanpa ribet.

Pakaian ketat membatasi sirkulasi udara, yang mengakibatkan pengalaman tidak nyaman dalam kondisi cuaca panas. Namun, siluet yang besar atau longgar membuat pakaian lebih nyaman, karena udara dapat melewatinya dengan mudah.

“Salah satu teknik layering musim panas yang paling efektif adalah menciptakan tampilan pakaian berlapis secara visual, bukan secara harfiah,” kata Ravi.

Untuk membuat siluet terlihat lebih tegas, kemeja berkancing depan yang dikenakan di atas tank top ketat atau kaos tipis akan memperlancar sirkulasi udara pada pakaian. Pakaian rajut halus yang diletakkan di bahu atau di sekitar pinggang juga akan memberikan tekstur yang lebih menarik tanpa menambah kesan tebal.

Kemeja tipis atau atasan rajut dapat membuat seseorang terlihat seperti mengenakan beberapa lapis pakaian namun tetap terasa sangat ringan dan nyaman. Contoh lain dari pakaian berlapis untuk musim panas adalah rompi tanpa lengan yang terbuat dari linen atau kain ringan lainnya.

Baca juga: Jenama modest fashion Greisy luncurkan koleksi padukan unsur budaya dalam sentuhan modern

Sementara bagi individu yang ingin mengenakan lebih sedikit lapisan pakaian, aksesori adalah pilihan yang baik untuk memberikan dampak yang sama. Ravi menyarankan bandana yang lebih ringan, syal yang menyerap keringat, perhiasan, atau kaus kaki berwarna cerah yang dipadukan dengan sepatu pantofel atau sepatu kets akan memberikan karakter tanpa menambah ketidaknyamanan pada pakaian.

Warna juga merupakan kunci dalam berbusana untuk musim panas. Warna pastel, warna netral lembut, dan putih akan membantu tubuh tetap merasa sejuk sekaligus memberikan tampilan yang rapi.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026