Logo Header Antaranews Riau

Mengilhami pembelajaran melalui filsafat pendidikan biologi

Jumat, 29 Mei 2026 14:35 WIB
Image Print
Buku Filsafat Biologi (HO-Deepublish)

Pekanbaru (ANTARA) - Di tengah derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembelajaran biologi kerap dipandang sebatas hafalan konsep dan teori ilmiah. Namun melalui buku Filsafat Pendidikan Biologi, L.N. Firdaus menghadirkan sudut pandang berbeda: biologi tidak hanya dipahami sebagai ilmu tentang makhluk hidup, melainkan juga ruang refleksi tentang manusia, nilai, etika, dan keberlanjutan kehidupan.

Nuansa itu sudah terasa sejak pertama kali melihat sampul buku. Desain bernuansa sepia menghadirkan kesan klasik sekaligus akademis. Foto penulis bersama mahasiswa saat praktikum lapangan memperkuat pesan bahwa ilmu biologi tumbuh melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan alam. Penampilan penulis yang sederhana dengan kacamata khasnya menambah kesan reflektif yang selaras dengan isi buku.

L.N. Firdaus dikenal sebagai Profesor Ekofisiologi Tumbuhan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau. Latar belakang akademiknya yang kuat di bidang biologi dan pendidikan membuat buku ini tidak sekadar membahas teori, tetapi juga menawarkan cara pandang filosofis terhadap proses belajar mengajar.

Buku ini disusun secara runtut dan sistematis. Setelah bagian prakata dan daftar isi, pembaca diajak menelusuri sembilan bab utama yang saling berkaitan. Pembahasan dimulai dari pengantar filsafat dan filsafat pendidikan, kemudian bergerak menuju landasan filsafat ilmu dalam biologi, epistemologi, metodologi, hingga persoalan etika dan bioetika dalam pembelajaran.

Pada bagian lain, penulis mengulas konstruktivisme dalam pendidikan biologi melalui pemikiran tokoh seperti Piaget dan Vygotsky. Pembaca juga diajak melihat tantangan pendidikan biologi di Indonesia, termasuk pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran.

Menariknya, setiap bab dibuka dengan kutipan tokoh-tokoh pemikir dunia yang relevan dengan tema pembahasan. Cara ini membuat isi buku terasa lebih hidup sekaligus menunjukkan keluasan wawasan penulis dalam kajian filsafat ilmu.

Buku bertema filsafat sering kali identik dengan bahasa yang berat dan sulit dipahami. Namun kesan tersebut tidak terlalu terasa dalam karya ini. L.N. Firdaus menggunakan pilihan kata yang sederhana dan komunikatif sehingga gagasan yang kompleks tetap dapat dipahami pembaca, terutama kalangan pendidik maupun mahasiswa pendidikan biologi.

Di balik bahasa yang ringan, buku ini tetap menyimpan kedalaman pemikiran yang kuat. Pembahasan tentang epistemologi, hakikat ilmu, hingga bioetika disampaikan secara matang dan kontekstual. Pengalaman penulis mengajar mata kuliah filsafat pada jenjang magister dan doktoral tampak memberi pengaruh besar terhadap keluasan perspektif yang dihadirkan.

Kehadiran buku ini juga terasa penting karena literatur tentang filsafat pendidikan biologi di Indonesia masih relatif terbatas. Dalam konteks tersebut, karya ini menjadi salah satu rujukan yang menawarkan kebaruan sekaligus relevansi bagi dunia pendidikan.

Salah satu gagasan yang menonjol terdapat pada kutipan, “The role of the teacher is to create the conditions for invention rather than provide ready-made knowledge.” Kutipan itu menegaskan bahwa pengetahuan tidak semata dipindahkan dari guru kepada siswa, melainkan dibangun melalui pengalaman, proses berpikir, dan interaksi dengan lingkungan.

Pandangan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran yang mendorong peserta didik aktif bereksperimen, mengamati persoalan nyata, serta menemukan pemahamannya sendiri. Dalam pendekatan ini, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu, melainkan fasilitator yang menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Meski demikian, buku ini masih menyisakan sedikit catatan. Beberapa istilah filsafat digunakan tanpa penjelasan yang cukup rinci sehingga mungkin menimbulkan tantangan bagi pembaca yang belum akrab dengan kajian filsafat. Namun hal itu tidak mengurangi nilai utama buku sebagai sumber refleksi dan pengayaan wawasan pendidikan.

Secara keseluruhan, Filsafat Pendidikan Biologi menawarkan cara pandang yang lebih mendalam tentang pembelajaran biologi, tidak hanya dari sisi keilmuan tetapi juga nilai dan makna di balik proses pendidikan itu sendiri. Buku ini layak menjadi bacaan bagi mahasiswa, guru, dosen, maupun siapa saja yang ingin melihat pendidikan biologi sebagai upaya membentuk cara berpikir kritis, reflektif, dan lebih manusiawi.

Penulis : Liya Tri Wahyuni (Mahasiswa Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP Unri)



Oleh

COPYRIGHT © ANTARA 2026