Logo Header Antaranews Riau

UEA Tegaskan Tak Ada Kebocoran Radioaktif Pascaserangan di Dekat PLTN

Senin, 18 Mei 2026 15:30 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. (ANTARA/Pixabay/pri)

Jakarta (ANTARA) - Otoritas regulator nuklir Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan tidak ada kebocoran material radioaktif setelah serangan pesawat nirawak dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah serta tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) pada Minggu (17/5) turut menyatakan insiden itu tidak berpengaruh terhadap keselamatan fasilitas maupun sistem penting di pembangkit tersebut.

"Tidak ada pelepasan material radioaktif, tingkat keselamatan radiologis tetap dalam batas normal, dan tidak ada risiko bagi masyarakat maupun lingkungan," menurut otoritas tersebut sekaligus menambahkan tidak ada korban luka yang tercatat.

Baca juga: Iran-Rusia Sepakat Bangun Empat PLTN Baru, Perkuat Aliansi Energi Nuklir

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Kantor Media Abu Dhabi mengatakan pihak berwenang menangani kebakaran pada generator listrik di luar perimeter dalam fasilitas di wilayah Al Dhafra.

Kantor media tersebut menyampaikan kebakaran disebabkan oleh serangan drone, tanpa mengungkap sumber serangan, dengan tidak ada korban luka, dan seluruh langkah pencegahan telah dilakukan.

Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk, termasuk UEA, disertai penutupan Selat Hormuz.

Baca juga: Rusia Peringatkan Serangan ke PLTN Iran Bisa Picu Bencana Setara Chernobyl

Gencatan senjata pun mulai berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026