Logo Header Antaranews Riau

Dari Grafik ke Kata: Sentuhan Esin Nurhayati Menghidupkan Pembelajaran di Kelas

Selasa, 31 Maret 2026 13:23 WIB
Image Print
Dari Grafik ke Kata: Sentuhan Esin Nurhayati Menghidupkan Pembelajaran di Kelas (ANTARA/HO-Tanoto Foundation)

Pekanbaru (ANTARA) - Di SD Negeri 02 Pangkalan Makmur, Kabupaten Siak, pembelajaran tidak lagi berhenti pada buku teks dan penjelasan satu arah. Di tangan Esin Nurhayati, S.Pd, kelas menjadi ruang hidup tempat siswa belajar memahami, mengolah, dan mengomunikasikan informasi secara utuh—dari angka hingga menjadi kalimat bermakna.

Esin, yang telah mengajar sejak 2005, memulai setiap pembelajaran dengan pendekatan yang hangat dan terstruktur. Salam, permainan, hingga pertanyaan pemantik menjadi pembuka yang membangun kedekatan sekaligus kesiapan belajar siswa. Namun, inti kekuatan pembelajarannya terletak pada bagaimana ia mengaitkan konsep dengan praktik nyata.

Pada pembelajaran tentang grafik, misalnya, Esin tidak langsung menjelaskan definisi. Ia menampilkan berbagai jenis grafik melalui layar proyektor, lalu mengajak siswa mengamati dan bertanya. “Apa informasi yang kalian lihat?” dan “Bagaimana cara membaca grafik dengan benar?” menjadi pintu masuk diskusi.

Dari situ, siswa dibagi dalam kelompok kecil. Masing-masing kelompok menerima grafik berbeda untuk dianalisis. Mereka tidak hanya diminta mengidentifikasi jenis grafik, tetapi juga menuliskan informasi yang terkandung di dalamnya dalam bentuk kalimat informatif.

“Anak-anak tidak cukup hanya bisa membaca grafik. Mereka harus mampu menyampaikan informasi itu dengan bahasa yang baik dan benar,” ujar Esin.

Bagi Esin, pembelajaran tidak bisa berdiri sendiri. Numerasi dan literasi harus berjalan beriringan. Melalui grafik, siswa tidak hanya belajar membaca data, tetapi juga melatih kemampuan berbahasa.

Tantangan Mengajar yang Nyata
Namun, di balik proses pembelajaran yang aktif, Esin menghadapi tantangan yang tidak ringan. Salah satu yang paling dirasakan adalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya kemampuan menulis dan membaca siswa.

“Masih ada siswa kelas tinggi yang belum lancar membaca dan menulis sesuai kaidah,” ungkapnya.
Kondisi ini menuntut kesabaran dan strategi khusus. Bersama rekan guru, Esin memberikan pendampingan tambahan bagi siswa yang membutuhkan. Ia juga terus berupaya membuat pembelajaran lebih menarik, seperti melalui video pembelajaran atau kuis interaktif.

Perjalanan Esin sebagai pendidik semakin berkembang sejak ia bergabung sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) Program PINTAR Tanoto Foundation pada 2018. Melalui program ini, ia mendapatkan berbagai pelatihan, pendampingan, dan pengalaman yang memperkaya praktik mengajarnya.

“Dari nol sampai akhirnya bisa memfasilitasi guru lain, semua prosesnya dibimbing,” katanya.
Pengalaman tersebut membuka banyak kesempatan. Ia dipercaya menjadi narasumber pembelajaran daring pada 2020–2022, fasilitator keaksaraan Kabupaten Siak sejak 2023, hingga narasumber program BOSKIN pada 2024–2025.

Bahkan, setelah mengikuti pelatihan keaksaraan pada 2022, ia kini juga berperan sebagai tutor keaksaraan—mendampingi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis.

“Menjadi fasilitator itu bukan hanya berbagi, tapi juga belajar. Saya merasa seperti punya keluarga baru, saling mendukung dan tumbuh bersama,” ujarnya.

Menguatkan Praktik dari Hal Sederhana
Bagi Esin, kekuatan pembelajaran tidak selalu terletak pada teknologi canggih. Justru dari hal-hal sederhana, pembelajaran bermakna dapat dibangun—selama guru mau terus belajar dan terbuka terhadap perubahan.
Pendekatan pembelajaran aktif yang ia jalankan menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas, dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat.

Sebagai pendidik yang juga berperan sebagai fasilitator, Esin memiliki pesan sederhana namun kuat bagi rekan-rekan guru.
“Terus belajar, jangan berhenti belajar. Terbuka dengan masukan dan perubahan,” ujarnya.

Bagi Esin, menjadi guru bukan hanya tentang mengajar, tetapi tentang terus bertumbuh. Dari grafik sederhana di layar kelas, ia mengajarkan lebih dari sekadar membaca data—ia membantu siswa merangkai makna, membangun nalar, dan menyiapkan mereka menghadapi dunia yang lebih luas.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026