
AS Klaim Konflik dengan Iran Tak Akan Lewat 3 Bulan, Yakin Cepat Berakhir

Moskow (ANTARA) - Penasihat kebijakan luar negeri kampanye presiden Donald Trump, George Papadopoulos, menyatakan pemerintahan Trump tidak memiliki kepentingan untuk berlarut-larut dalam konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
"Bukan kepentingan Amerika jika perang ini berlangsung lebih dari tiga bulan dan itulah mengapa saya percaya tiga bulan, pada akhirnya, akan menjadi batas maksimal yang akan digunakan Amerika untuk terlibat dalam perang ini," kata Papadopoulos dalam sebuah wawancara.
Baca juga: Sekjen PBB: Konflik Timur Tengah sudah di luar kendali
Papadopoulos menekankan bahwa memperpanjang konflik tidak akan menguntungkan Amerika, Eropa, maupun Israel, termasuk karena potensi dampaknya pada politik domestik AS menjelang pemilihan paruh waktu. Pemilu ini dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026 dan melibatkan seluruh kursi Dewan Perwakilan Rakyat serta sepertiga Senat.
Ketegangan bermula pada 28 Februari lalu saat AS dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Baca juga: Turki Lempar Usulan Gencatan Sementara, Upaya Redakan Konflik Timur Tengah
Awalnya, AS dan Israel mengklaim serangan itu untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun kemudian mereka memperjelas bahwa tujuan serangan juga untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik_OANA
Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

