Logo Header Antaranews Riau

Iran Sebut Rusia & China Bisa Jadi Kunci Perdamaian di Konflik Timur Tengah

Senin, 9 Maret 2026 13:47 WIB
Image Print
Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan virtual dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (4/2/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China.)

Teheran (ANTARA) - Rusia dan China dapat membantu meredakan konflik yang melibatkan Iran serta berperan dalam memperkuat proses diplomatik, kata perempuan juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani kepada RIA Novosti.

“Negara-negara yang Anda sebutkan, yakni Rusia, China, dan banyak mitra internasional lainnya, dapat memainkan peran yang efektif dalam memperkuat proses diplomatik, meredakan ketegangan, serta mendukung prinsip-prinsip hukum internasional,” kata Mohajerani.

Ia menambahkan bahwa Iran berharap komunitas internasional dan negara-negara sahabat mengambil pendekatan yang bertanggung jawab terhadap pelanggaran hukum internasional, serangan terhadap warga sipil, serta agresi terhadap Iran.

Baca juga: Putra Ayatollah Khamenei Resmi Pimpin Iran di Tengah Krisis Regional

“Kerja sama kemanusiaan dan dukungan internasional dalam situasi saat ini dapat membantu meringankan kesulitan yang dihadapi oleh penduduk sipil,” ujar Mohajerani.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca juga: Teheran Minta Penjelasan AS atas Agresi sebelum Setujui Gencatan Senjata

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026