
Ini sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan di Riau saat momen Lebaran

Pekanbaru, (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan parah yang tersebar di jalur lintas yang menjadi jalur arus mudik dan balik pada Lebaran tahun 2026.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan identifikasi dini ini merupakan bagian dari strategi rekayasa lalu lintas yang komprehensif. Tujuannya untuk menjamin keselamatan warga yang akan pulang ke kampung halaman di tengah prediksi lonjakan volume kendaraan saat Lebaran nanti.
"Beberapa titik rawan sudah kami identifikasi, baik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami menyiapkan langkah-langkah pengamanan serta rekayasa lalu lintas di jalur-jalur tersebut," katanya di Pekanbaru, Sabtu.
Pada jalur lintas barat yang menghubungkan Pekanbaru menuju Sumatera Barat via Kabupaten Kampar, perhatian khusus diberikan pada Kilometer 17, 29, 82, hingga KM 98.
Menurutnya kawasan ini tidak hanya rawan kecelakaan akibat kondisi geografis namun tetapi juga dihantui kemacetan panjang di sekitar area pasar tumpah. Di antaranya Pasar Kuok, Pasar Danau Bingkuang, dan Pasar Kampar yang selalu padat aktivitas warga lokal.
Beralih ke jalur lintas timur menuju Jambi, polisi menandai titik krusial di wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu, hingga Indragiri Hilir. Lokasinya seperti Desa Simpang Beringin, Kiyap Jaya, hingga Keritang di KM 278 menjadi perhatian utama.
"Pengendara diminta ekstra waspada saat melintasi rute ini karena arus logistik yang padat sering kali berpadu dengan titik-titik rawan kecelakaan di sepanjang jalan lintas tersebut," ujarnya.
Sementara itu jalur utara menuju Sumatera Utara, tantangan utamanya juga pasar tumpah dan infrastruktur jalan yang rusak. Kemacetan diprediksi akan terjadi di Pasar Benai serta area Pajak Lama Bagan Batu di Rokan Hilir.
"Selain itu, titik rawan kecelakaan juga terdeteksi di KM 131 Muara Lembu serta beberapa titik di wilayah Balam yang sedang mengalami kerusakan jalan," tambahnya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

