Logo Header Antaranews Riau

IRGC Ancam 'Tidak Ada Aman Pasca Khamenei'- Musuh Iran Diincar Balasan

Selasa, 3 Maret 2026 11:31 WIB
Image Print
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan keterangan pers terkait wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran di kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Senin (2/3/2026). Dalam keterangan persnya Kedutaan Besar Republik Islam Iran mengecam serangan AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta warga sipil dan meminta sikap tegas pemerintah Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim zionis Israel. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz)

Jakarta (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), unit elit angkatan bersenjata Iran pada Senin mengatakan bahwa, setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, musuh-musuh Iran tidak akan lagi aman "bahkan di rumah mereka sendiri."

"Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri," kata IRGC seperti dikutip oleh kantor berita ISNA.

Baca juga: Sekjen PBB Galang Dukungan Negara Teluk untuk Redam Ketegangan AS-Iran
Baca juga: Keseriusan AS Dipertanyakan, Rusia Soroti Kontradiksi Militer dan Diplomasi

Iran akan terus melawan Israel dengan segenap kekuatannya sampai kemenangan tercapai, tambah pernyataan tersebut.

Pada Sabtu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Serangan itu juga menyebabkan Ayatollah Khamenei meninggal dunia bersama dengan beberapa pejabat senior pemerintah dan militer Iran, demikian dikonfirmasi oleh pihak berwenang pada Minggu.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026