Logo Header Antaranews Riau

Rusia Kecam Pembunuhan Pemimpin Iran, Mendesak Dunia Redakan Ketegangan

Senin, 2 Maret 2026 15:44 WIB
Image Print
im penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. (ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency)

Moskow (ANTARA) - Moskow menyatakan kemarahan dan duka mendalam atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, beberapa anggota keluarganya, dan sejumlah pejabat senior Iran dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel, kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada Minggu (1/3).

"Rusia dengan tegas dan konsisten mengutuk praktik pembunuhan politik dan penargetan para pemimpin negara berdaulat, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hubungan antarnegara yang beradab dan terang-terangan melanggar hukum internasional," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Akibat dari pertempuran yang terus berlanjut, jumlah korban sipil terus bertambah dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan serius, menurut pernyataan tersebut.

Rusia menyerukan deeskalasi segera, penghentian pertempuran, serta pemulihan proses politik dan diplomatik guna menyelesaikan permasalahan yang ada berdasarkan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir, sebut pernyataan itu.

"Kepentingan sah semua negara Teluk harus dipertimbangkan sebagaimana mestinya," menurut pernyataan itu.

Baca juga: Iran Mengutuk Serangan Mematikan: 'ASIsrael Lakukan Terorisme'
Baca juga: Tiga Kapal Tanker AS & Inggris Terbakar Usai Serangan Militer Iran



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026