
Dinkes Riau catat 238 kasus malaria sejak awal 2026, hampir semuanya di Rokan Hilir

Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 238 kasus malaria di daerah setempat sejak Januari hingga Februari 2026 sehingga masyarakat diminta untuk memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Untuk Riau sudah 238 kasus, dari jumlah tersebut sebanyak 232 kasus tercatat di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Kota Pekanbaru 4 kasus, dan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir masing-masing 1 kasus," kata Kepala Dinkes Riau, Zulkifli, di Pekanbaru, Kamis.
Dia mengatakan untuk Rokan Hilir, hingga saat ini masih ditetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal tersebut sesuai dengan keputusan Bupati Rokan Hilir nomor 714/BPBD/2025 tentang penetapan perpanjangan kesembilan status tanggap darurat bencana nonalam kejadian luar biasa malaria.
Masalah malaria di Rokan Hilir, Riau, cukup serius. Pada awal 2024, daerah ini mengalami KLB malaria dengan lonjakan kasus yang signifikan, terutama di wilayah dengan akses kesehatan terbatas.
Kementerian Kesehatan RI, kata dia, telah memberikan dukungan dengan mengirimkan tim gabungan, obat-obatan, dan peralatan medis untuk membantu penanggulangan wabah ini.
"Sudah sampai penetapan yang kesembilan. Hal ini dianggap masih perlu penanganan tanggap darurat secara cepat, tepat dan terpadu guna meminimalisir dan mengantisipasi bencana berkelanjutan," katanya.
Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk dapat menerapkan PHBS sebagai langkah menjaga kesehatan.
"Masyarakat juga diimbau memperhatikan prinsip hidup sehat dan menerapkan hidup 3M yakni menguras, menutup dan mengubur," katanya.
Perilaku hidup bersih dan sehat itu dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti mencuci tangan dengan sabun, makan makanan bergizi, berolahraga rutin, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Tindakan ini wajib dilakukan di berbagai tempat seperti rumah, sekolah, dan tempat umum untuk mencegah penyakit," katanya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

