Wapres Ma'ruf Amin sebut keselamatan jiwa masyarakat Indonesia harus didahulukan

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,corona

Wapres Ma'ruf Amin sebut keselamatan jiwa masyarakat Indonesia harus didahulukan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin didampingi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar (kiri), Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi (dua kanan) dan Staf Khusus Wapres Bambang Widianto mengikuti pembukaan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) secara virtual dari rumah dinas wapres di Jakarta, Rabu (23/9/2020) (ANTARA/Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapre)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan keselamatan jiwa masyarakat harus menjadi prioritas di tengah pandemi COVID-19, meskipun keberlangsungan hidup tersebut sama pentingnya dengan menjaga keberlangsungan ekonomi.

Kesehatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi harus berjalan seimbang ibarat gas dan rem pada sebuah mobil, kata Ma'ruf saat membuka Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) secara virtual dari Jakarta, Rabu.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin katakan pandemi COVID-19 tunjukkan manajemen kesehatan masih lemah

"Bahkan, umpamanya diambil skala prioritas yang mana harus didahulukan jika dalam keadaan darurat? Jawabannya jelas dan tegas, dahulukan untuk menyelamatkan jiwa," katanya.

Perlindungan terhadap keberlangsungan hidup manusia atau hifdzun nafs harus menjadi hal utama yang diberikan oleh pemimpin di masa pandemi saat ini, katanya.

"Sesuai dengan prinsip taqdimu daf’il addhararil a’la ‘ala dhararil adna, mendahulukan penangkalan bahaya yang lebih besar daripada bahaya yang lebih kecil," tambahnya.

Oleh karena itu, Ma'ruf Amin mengapresiasi keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 NU, yang seharusnya diselenggarakan pada Oktober.

"Atas dasar itu (kemanusiaan, red.), maka keputusan untuk menunda pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama adalah keputusan yang tepat. Saya menghargai sikap dan pertimbangan PBNU yang berlandaskan pada tujuan dasar syariah Islam maqosidus syari’ah," ujarnya.

Muktamar ke-34 NU sedianya akan diselenggarakan pada Oktober. Namun karena angka penularan COVID-19 yang belum bisa dikendalikan di Indonesia, maka pelaksanaan muktamar tersebut ditunda.

Dalam Konbes NU tersebut, Ma'ruf Amin juga menyampaikan apresiasi kepada PBNU dan seluruh jajaran pengurus cabang di daerah yang telah ikut serta mendukung kebijakan Pemerintah dalam menangani COVID-19.

Baca juga: Ini harapan Wapres terkait tren K-pop yang mewabah di Indonesia

Baca juga: Wapres sebut masalah netralitas ASN pada pilkada merupakan penyakit lama


Pewarta: Fransiska Ninditya