Logo Header Antaranews Riau

Bupati Kampar Fokus Kunjungi Desa

Senin, 12 Desember 2011 13:19 WIB
Image Print

Kampar, Riau, (ANTARARIAU News) - Bupati Kampar yang baru, H Jefry Noer, menetapkan program kunjungan ke desa-desa dua kali seminggu menjadi andalannya pada awal kepemimpinnya sejak ia dilantik resmi sebagai bupati pada hari Minggu (11/12) kemarin.

Ia mengatakan itu melalui pimpinan Satuan Kerja (Satker), yang hari Senin (12/12) ini melakukan rapat perdana, di Bangkinang, Kampar, yakni sehari setelah dirinya dilantik sebagai Bupati Kampar oleh Gubernur Riau atasnama Mendagri.

Melalui rapat perdana yang digelar sesudah apel bersama, Jefry Noer bertekad segera menyusun langkah strategis ke depan menjalankan tugas pemerintahan membangun Kampar.

Salah satu langkah strategis awal, menurutnya, ialah, dengan mengunjungi desa-desa di tiap kecamatan dua kali dalam seminggu, pada setiap hari Senin dan Kamis.

"Ini mohon dijadwalkan", tegasnya.

Jefry Noer juga berjanji akan melanjutkan program pembangunan yang baik dari Bupati Kampar sebelumnya.

"Jangan sampaikan kepada saya yang buruk-buruk dari bapak bupati sebelumnya. Sampaikan kepada saya yang baik-baik saja. Kalau yang buruk disampaikan kepada saya, nanti akan menjadi fitnah dan hasilnya tidak baik", tandasnya.



Jangan Lagi Terpecah


Di tempat yang sama, mantan Wakil Bupati Teguh Sahono mengajak semua masyarakat mendukung Bupati Bupati Kampar.

Ia mengingatakn, saatnya seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersatu padu, menghilangkan blok-blok atau kepentingan politik saat pelaksanaan Pilkada yang lalu.

"Hari ini Kampar telah memiliki Bupati yang baru, blok-blok dan aliran-aliran yang ada serta dukung mendukung yang terjadi sebelumnya dalam Pilkada, saya harapkan sudah tidak ada lagi", imbaunya.

Saat Pilkada, menurutnya, wajar terjadi tarik menarik, karena itu merupakan warna-warni menarik di alam demokrasi.

"Namun saya harapkan semua itu lebur, mari dukung bapak Jefry Noer-Ibrahim Ali. Yang ada sekarang ini adalah Bupati Kampar yang mengayomi seluruh parpol, seluruh masyarakat Kampar," ujarnya.

Teguh juga menyampaikan, banyak program pembangunan yang telah dilakukan dalam kepemimpinan sebelumnya.

Namun, lanjutnya, kebutuhan masyarakat masih menumpuk, sehingga yang kurang harus diperbaiki.

"Selamat dan sukses Bapak Jefry Noer dan Bapak Ibrahim Ali. Alhamdulillah Allah telah meridhoi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kampar periode 2011-2016. Kepada seluruh masyarakat Kampar, saya mohon maaf mungkin selama menjabat ada salah tingkah, ada prilaku yang salah dan keliru", ucapnya.

Hal senada dinyatakan Saleh Djazit, tokoh masyarakat Kampar, yang meminta semua masyarakat tidak lagi terpecah, semua harus menyatu.

"Pilkada Kampar telah usai, tidak ada lagi persaingan, semua harus bersatu membangun Kampar agar lebih baik lagi", tegas mantan anggota DPR RI yang juga pernah menjabat Bupati Kampar dan Gubernur Riau ini.



Enggan Dipayungi Staf


Sementara itu, dalam acara 'Malam Pisah Sambut dan Pengantar Tugas Bupati dan Wakil Bupati' di Balai Bupati Kampar, Minggu (11/12) malam, ada kejadian menarik warga dari Jefry Noer.

Pasalnya, dia berlari membiarkan dirinya kehujanan, tidak mau dipayungi oleh panitia atau staf lainnya.

Balai Bupati Kampar, Minggu (11/12) tadi malam.

Itu terjadi ketika Jefry Noer diminta menyampaikan kata sambutan di podium di Balai Bupati Kampar tersebut.

Saat petugas telah bersiap-siap mengembangkan payung untuk memayunginya, Jefry tiba-tiba berdiri dan berlari menuju podium, meninggalkan sang staf pembawa payung, sehingga mengundang tawa semua tamu undangan.

"Saya sengaja berlari, maknanya kita mau cepat. Kalau bisa cepat, mengapa diperlambat. Kalau bisa mudah mengapa dipersulit", katanya di hadapan ribuan masyarakat yang menghadiri acara itu.

Acara itu dihadiri Muspida Kampar, tokoh masyarakat, termasuk H Saleh Djazit, pimpinan Parpol, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kampar, kalangan tokoh adat ('Ninik Mamak'), pimpinan organisasi, dan warga beragam latar lainnya.

Mengenakan baju batik warna biru, Jefry Noer menyampaikan beberapa tugas utama yang harus dilakukan oleh pimpinan Satker, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya guna memperbaiki Gedung 'Islamic Center' dan Balai Bupati Kampar yang bocor.

"'Islamic Center' adalah 'Universitas Qalbu', kebanggaan masyarakat Kampar, mengapa dibiarkan bocor di mana-mana. Saya minta Dinas PU segera memperbaikinya, begitu juga dengan Balai Bupati Kampar yang merupakan rumah dinas Bupati Kampar," tegasnya.

Jefry Noer juga meminta kepada Teguh Sahono untuk menyampaikan salamnya kepada mantan bupati Burhanuddin Husin.

"Pak Teguh, tolong sampaikan terima kasih saya kepada pak Burhanuddin Husin karena telah menjadikan Balai Bupati Kampar ini bagus, walaupun tidak ditempati. Saya akan senang tinggal di Balai Bupati Kampar", ujarnya.

Dalam acara itu, Plt Sekda Kabupaten Kampar, Anizur Ilyas, menyerahkan cindera mata, diikuti pimpinan Satker lainnya kepada Jefry Noer-Ibrahim Ali.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026