Imam Besar Masjid Istiqlal Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar sebut ada hikmah di balik musibah

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,corona

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar sebut ada hikmah di balik musibah

Tangkapan layar Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar​​​​​​​ dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (27/5/2020) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar mengatakan bahwa di balik setiap musibah pasti ada hikmahnya termasuk ketika menghadapi pandemi COVID-19 saat ini.

"Virus corona atau COVID-19 ini siapa tahu itu adalah utusan Tuhan yang membawa misi tertentu. Mengajak kita untuk menjadi benar," kata Nasaruddin Umar dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu.

Baca juga: WHO: Benua Amerika kini muncul jadi episentrum baru pandemi COVID-19

Pandemi yang terjadi saat ini, kata Wakil Menteri Agama 2011-2014 itu, mungkin juga berfungsi untuk mengangkat manusia kembali ke jalur yang benar karena mungkin selama ini telah melenceng dari rel yang benar.

"Jadi di balik setiap musibah itu pasti ada hikmahnya. Oleh karena itu kita jangan meratapi musibah," kata dia.

Dia mengajak agar umat dapat bersahabat dengan musibah dan dalam konteks COVID-19 bisa dilakukan dengan tradisi baru di masyarakat dalam melakukan silahturahmi dan halal bihalal serta bentuk komunikasi lainnya.

Terkait pandemi, meski banyak yang sudah ingin melakukan kegiatan tapi dia mengingatkan bahwa kondisi saat ini masih belum seperti dulu dan dengan demikian harus tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Nasaruddin mengajak masyarakat agar tetap memakai masker tanpa merasa merasa malu dan menganggap orang lain aneh jika tidak mau melepas masker.

Tradisi baru lain yang harus dilakukan juga berlaku saat melaksanakan ibadah di masjid.

"Bagaimana memelihara diri supaya nanti tetangga-tetangga kita di samping sajadah kita jarak sosial tetap harus kita perhitungkan," kata dia.

Dia meminta masyarakat untuk melaksanakan protokol yang harus dilakukan ketika beribadah sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Karyawan terinfeksi virus corona/COVID-19, Ford tutup lagi pabrik di Kansas City

Baca juga: Sambut normal baru, DPR menilai pelibatan TNI tidak perlu dipersoalkan


Pewarta: Prisca Triferna Violleta