
Pasien Laka Lantas RSUD Dumai 50 Orang

Pekanbaru, 7/9 (ANTARA) - Pasien luka-luka setelah mengalami insiden kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai, Provinsi Riau berjumlah 50 orang lebih.
Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, Faisal, Rabu mengatakan, pasien laka lantas tersebut berdatangan sejak masuknya musim mudik pada H-7 hingga H+5 Lebaran dengan jumlah terbanyak yakni dari kalangan remaja.
"Informasi dan data yang kita peroleh, rata-rata dari korban tersebut merupakan para pengendara sepeda motor. Untuk jumlah pasti belum direkap, namun hampir rata-rata korban merupakan kalangan remaja pria," katanya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Dumai, dr Saiful menerangkan, dari alamat pasien yang kutip berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) mereka masing-masing, banyak diantara pasien laka lantas merupakan warga dalam kota.
"Namun sejumlah pasien lainnya juga merupakan warga luar Dumai dimana angka terbanyak terjadi saat pelaksanaan malam takbiran atau di H-1 Lebaran. Walau demikian, kita meyakini dari sejumlah korban ini, hanya beberapa saja yang merupakan pemudik antarkota," ujarnya.
Sementara ketika ditanya mengenai korban meninggal dunia akibat laka lantas, Saiful meyakini bahwa belum ada.
"Rata-rata korban hanya mengalami luka ringan hingga sedang pada fisik luar seperti lengan, kaki dan bagian tubuh lainnya. Kita pastikan tidak ada pasien laka lantas yang meninggal dunia selama musim mudik Lebaran tahun ini," katanya.
Pasien laka lantas pada dua pekan ini, kata dia, hanya ada sekitar dua orang yang mengalami luka cukup berat sehingga harus dilakukan rujukan ke Pekanbaru.
"Lain dari itu, berapa pasien bahkan sudah ada yang pulang dan melakukan perobatan jalan di rumah masing-masing. Sementara untuk yang rawat inap sejauh ini masih menempati ruang peristirahaan di kamar kelas standar dan VIP," ujarnya.
Ditanya mengenai kapasitas ruang rawat inap RSUD Dumai yang sebelumnya sempat dikabarkan tengah mengalami kelebihan kapasitas, menurut Saiful sejauh ini masih mencukupi untuk menampung permblukan pasien selama Lebaran dan pascalebaran tahun ini.
"Walau demikian kita tetap berencana untuk menambah ruang rawat inap guna mengantisipasi lonjakan pasien mengingat banyaknya program kesehatan atau perobatan gratis baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Hal ini tentu mempengaruhi jumlah pasien di RSUD," katanya.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

