Industri otomotif masih lesu, Adira kebagian dampaknya

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara,industri otomotif

Industri otomotif masih lesu, Adira kebagian dampaknya

Ilustrasi penjualan mobil (Antaranews)

Jakarta (ANTARA) - Chief Marketing Officer Adira Insurance, Wayan Pariama mengungkapkan Industri otomotif saat ini masih lesu, hal itu juga berdampak kepada perusahaan pembiayaan untuk kendaraan bekas maupun kendaaraan baru.

"Ini kita lagi proses budget. Tetapi informasi terakhir kelihatannya industrinya juga belum bisa pulih. Pertumbuhan penjualan industri otomotif bisa flat atau tumbuh sedikit sekali," kata Wayan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini prediksi tren mobil tahun 2020 di Indonesia versi BMW

Diperkirakan, keadaan ini masih akan berlanjut hingga tahun depan.

"Kita sekitar 60 persen membiayai kendaraan baru baik motor atau mobil. Dampak dari ini akan kena ke kita juga dan seluruh pemain industri. Dari data yang kita kumpulkan saat ini pertumbuhan industri otomotif belum akan pulih tahun depan," kata Wayan.

Adira memiliki sejumlah strategi menghadapi kondisi ini. pertama Adira akan senantiasa memberikan layanan yang memuaskan.

"Kedua, kita bekerjasama dengan banyak merek dan diler, ekspansi dengan harapan dapat bisnis lebih banyak," jelas Wayan.

Selanjutnya, Adira juga senantiasa berkespansi tidak hanya bermain di dunia otomotif. Adira juga merambah ke arah sesuai dengan tren konsumen yang sedang berkembang saat ini.

"Kalau konsumen sudah punya dua atau tiga motor masak mau beli motor lagi, bisa saja pengin umroh. Sesuai dengan perkembangan konsumen kita, kita juga menyediakan banyak produk termasuk misalnya multiguna, durable seperti alat elektronik, umroh, asuransi," kata dia.

Baca juga: Mercedes tarik sejumlah mobil listrik EQC baru karena baut rusak

Baca juga: Industri otomotif global kehilangan 700 miliar euro karena kebijakan AS


Pewarta: KR-CHA