Terbukti cemari lingkungan, Dinas LH DKI jatuhkan sanksi kepada PT Mahkota Indonesia

id Berita hari ini, berita riau terkini

Terbukti cemari lingkungan, Dinas LH DKI jatuhkan sanksi kepada PT Mahkota Indonesia

Tim inspeksi mengamati cerobong asap milik PT Mahkota Indonesia di Cakung, Jakarta Timur yang dijatuhi sanksi administratif oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta karena terbukti mencemari udara (ANTARA News/Dewa Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjatuhkan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah untuk segera memperbaiki pengelolaan emisi cerobong asap kepada PT Mahkota Indonesia di Cakung, Jakarta Timur, yang terbukti mencemari lingkungan.

"Hasil uji laboratorium pada cerobong asam sulfat unit dua melebihi baku mutu untuk parameter sulfur dioksida," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Tumpahan Minyak Petro Selat Terlanjur Cemari Lingkungan

Dalam inspeksi di pabrik yang memproduksi bahan kimia dasar asam sulfat dan aluminium sulfat itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Suko Rahardjo membacakan keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dihadapan pengelola pabrik.

Dinas Lingkungan Hidup mendesak agar pabrik yang sudah berdiri sejak 50 tahun itu untuk memperbaiki pengelolaan emisi sumber tidak bergerak dari kegiatan produksi paling lama 45 hari kalender.

Perusahaan itu diminta untuk melaporkan hasil perbaikan kepada Dinas Lingkungan Hidup DKI dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur.

Apabila dalam waktu yang sudah ditentukan tidak melaksanakan sanksi tersebut, maka pabrik itu akan diberikan sanksi hukum lebih berat.

Sementara itu, Kepala Pabrik PT Mahkota Indonesia Stephen Rudyato berjanji akan menyelesaikan sanksi itu dalam waktu 45 hari.

Ia mengaku pabrik tersebut baru pertama kali mendapatkan sanksi adninistratif berupa paksaan pemerintah.

"Ini baru pertama kali. Nanrlti akan kami coba perbaiki, kami tiap tahun selalu diuji (emisi), " katanya.

Baca juga: Tumpahan Minyak Di Inhu Cemari Lingkungan

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar