Riau siagakan dua RS rujukan embarkasi haji antara

id Haji,cjh riau, haji 2019

Riau siagakan dua RS rujukan embarkasi haji antara

Ilustrasi

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyiapkan dua Rumah Sakit (RS) milik pemerintah dan swasta setempat guna dijadikan rujukan bagi pelayanan jamaah calon haji (CJH), pascastatus embarkasi antara tahun 2019.

"Dua rumah sakit yang jadi rujukan calon jamaah haji nantinya RSUD Arifin Achmad dan Awal Bros," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir di Pekanbaru, Jumat.

Mimi menjelaskan nantinya dua RS ini akan melayani pasien rujukan calon jamaah haji, jika alami penyakit serius, selama dalam proses sebelum keberangkatan.

Selain penunjukan RS, pihaknya kini juga sedang mempersiapkan Sumber Daya Manusia ( SDM) khusus untuk pelayanan kesehatan akhir sebelum keberangkatan. Hal ini tentunya merupakan bagian dari tugas yang dilakukan sebagai embarkasi haji.

Diakui Mimi memang sebagai embarkasi dan debarkasi, Pekanbaru, Riau perdana menangani keberangkatan yang selama ini dilakukan di Batam.

"SK Kemenag no 167 tahun 2019 tentang operasional embarkasi antara di Riau mulai tahun ini. Maka pemeriksaan kesehatan terakhir ada di Pekanbaru, kalau selama ini di Batam. Maka untuk persiapan ini nantinya Diskes dan KKP akan ada SK Gubernur untuk penunjukan," beber Mimi.

Selain SDM kesiapan sarana dan prasaran lainnya kini juga lagi berproses.

"Yang pasti sebelum keberangkatan akan ada simulasi embarkasi dulu nanti di Pekanbaru, guna memastikan apa kekurangan dan melengkapinya segera," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyebutkan sebanyak 76,9 persen calon jamaah haji setempat yang akan berangkat pada tahun 2019 ini berada pada kategori beresiko tinggi karena berusia di atas 60 tahun.

Tahun ini Riau akan memberangkatkan 5.464 CJH termasuk tenaga kesehatan.

Jumlah yang beresiko ini lebih tinggi dari tahun 2018 yang lalu yang hanya 73,4 persen. Terbanyak dari Rokan Hilir dengan jamaah beresiko tinggi 87,9 persen sedangkan yang terendah adalah Dumai, 62,6 persen.