Usai Dipresentasikan di Kolombia, Siak jadi Agenda TFA 2020

id bupati siak,siak,riau,tanjak,TFA 2019,kolombia,bupati siak di kolombia

Bupati Siak berfoto bersama pada TFA 2019 di Kolombia

Siak (ANTARA) - Bupati Siak Alfedri mempresentasikan "Siak Kabupaten Hijau" bersama Deputi Badan Restorasi Gambut (BRG) RI pada pertemuan Forum Hutan Tropis atau Tropical Forest Alliance (TFA) Internasional yang dilaksanakan di Bogota-Colombia, Selasa 7 Mei 2019 lalu.

Hasilnya kata Alfedri peserta forum lintas negara sangat tertarik ingin mengetahui bagaimana penyelamatan gambut di Siak. Disepakati akhirnya pada TFA 2020 nanti di Indonesia, kunjungannya juga akan ke Siak.
Bupati Siak Alfedri presentasi di TFA Kolombia 2019


"Mereka ingin mengetahui bagaimana penyelamatan gambut, sehingga pada TFA 2020 nanti di Indonesia, bahkan field tripnya nanti ke Siak. Siak Hijau ini direplikasi oleh multipihak," kata Alfedri.

Lewat paparan yang diberi tajuk "Kolaborasi Bersama Untuk Siak Hijau", Alfedri ketika di Kolombia menyampaikan tinjauan pendekatan Jurisdictional Approach-Green District Of Siak, di hadapan para pemimpin dunia baik presiden maupun menteri yang hadir.
Bupati Siak Alfedri presentasi di TFA Kolombia 2019


Alfedri memulai presentasinya dengan memperkenalkan Provinsi Riau sebagai "rumah" dari lahan gambut terluas di Indonesia. Beberapa tahun belakangan kata dia, di provinsi ini mengalami banyak tantangan dalam kebijakan tata kelola lahan, terutama karena tibanya musim kering yang menyebabkan kebakaran.

"Siak sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Riau, memiliki komitmen terhadap pembangunan hijau, dengan luas wilayah gambut mencapai 57 persen dari total wilayah atau diperkirakan luasnya sepadan dengan 3 kali luas wilayah Ibukota Bogota, dan 21 persennya merupakan lahan gambut dengan kedalaman 3–12 meter," kata Alfedri.
Suasana pada acara TFA 2019 di Kolombia


Komitmen tersebut kata pemimpin Siak itu diwujudkan dengan menerbitkan regulasi Peraturan Bupati tentang Siak Hijau, yang memuat pengaturan zonasi tata ruang untuk konservasi, perkebunan, industri dan pemukiman. Peraturan tersebut saat ini sedang diterjemahkan menjadi Roadmap Siak Hijau yang akan menjadi payung untuk berbagai kebijakan pembangunan di Kabupaten Siak kedepan.
Bupati Siak, Alfedri menghadiahi Tanjak kepada Presiden Kolombia


"Komitmen Siak Hijau tersebut juga didukung oleh masyarakat sipil dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam koalisi ‘Sedagho Siak’, yang komit memberikan segala bentuk dukungan teknis yang dibutuhkan,” jelasnya.
Bupati Siak, Alfedri menghadiahi Tanjak kepada Presiden Kolombia


Kesempatan yang sama juga dimanfaatkan Pemimpin Siak itu untuk mempromosikan budaya lokal dan nilai-nilai kearifan masyarakat melayu Siak yang amat menghormati alam lingkungan, sebagai bagian tak terpisahkan dalam satu kesatuan ekologis manusia dan alam. Alfedri juga berkesempatan berbincang dengan Presiden Kolombia Ivan Duque Marquez, sekaligus menyerahkan tanjak Siak sebagai cinderamata khas orang Melayu asal Negeri Istana.
Presiden Kolombia usai mendapatkan Tanjak dari Bupati Siak
Foto bersama Rombongan Kabupaten Siak di TFA Kolombia 2019


Bupati Alfedri diundang sebagai pembicara karena Kabupaten Siak dianggap berhasil mengurangi deforestasi dengan berbagai program kegiatan. Diantaranya konservasi dan restorasi lahan gambut, penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pengembangan ekowisata, pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan varietas bernilai ekonomi ramah gambut di lahan Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA), sehingga dipercayakan mewakili negara-negara tropis di Asia tenggara dalam forum tersebut.(adv)
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar