Dua siswa SMP lempari Mapolda Riau dengan petasan. Ditangkap lah

id Geng motor, Polda Riau, Polisi, mercun, petasan

Dua siswa SMP lempari Mapolda Riau dengan petasan. Ditangkap lah

Razia berandalan sepeda motor di Pekanbaru, Jumat dini hari (10/5/2019). (dok Antara)

Pekanbaru (ANTARA) - Dua pelajar SMP di Kota Pekanbaru terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian karena kedua anak baru gede (ABG) itu nekat melempari Markas Kepolisian Daerah Riau di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru dengan petasan, Kamis (9/4) malam.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Riau AKBP Fadly Munzir Ismail di Pekanbaru, Jumat, mengatakan kedua bocah laki-laki berinisial IV dan WH tersebut saat ini masih ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

"Tadi kita ada mengamankan dua orang pelajar SMP, mereka melempari Mapolda dengan mercon," kata Faldy.

Belum jelas alasan tindakan merugikan yang dilakukan kedua anak iseng yang seharusnya mengisi malam Ramadhan dengan perbuatan bermanfaat itu.

Namun, Fadly menduga aksi itu buntut dari upaya Polda Riau yang melakukan razia kendaraan bermotor secara masif pada Kamis tadi malam hingga Jumat dini hari. Ratusan kendaraan roda dua diangkut oleh tim gabungan Polda Riau. Rata-rata kendaraan bermotor itu terlibat kegiatan tidak positif dan cenderung membahayakan seperti balap liar dan lainnya.

"Kemungkinan mereka tidak senang atau tidak terima dengan kegiatan yang kita lakukan malam ini," ujarnya.

Dia menuturkan kedua anak itu diamankan oleh anggotanya yang kebetulan melintas sesaat kedua bocah itu melempari Mapolda Riau dengan petasan. "Sangat memprihatinkan," tuturnya.

Sementara itu, razia yang melibatkan Ditlantas Polda Riau bersama dengan Satuan Brigade Mobil Polda Riau mengamankan ratusan kendaraan bermotor di sejumlah lokasi di Pekanbaru.

Kendaraan yang terjaring razia itu rata-rata dikendarai remaja dengan cara ugal-ugalan hingga balapan liar. Kepada pengendara motor tersebut langsung dilakukan penilangan dan baru akan dilepas setelah lebaran. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

Menurut dia, kegiatan razia itu menyusul meningkatnya aksi kriminalitas yang puncaknya terjadi aksi pengeroyokan hingga berujung kematian seorang remaja sesama anggota geng motor.

"Beberapa hari belakangan angka kriminal yang dilakukan oleh pelajar meningkat. Seperti kemarin terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh remaja di bawah umur, yang diduga merupakan anggota geng motor," jelasnya.

Beberapa waktu sebelumnya aksi geng motor juga melukai tiga polisi dan harus menjalani perawatan karena terkena tikaman senjata tajam.