Dua petugas Pemilu di Siak meninggal, dua lainnya stroke dan kecelakaan

id petugas pemilu siak, pemilu siak

Sekretaris PPS Kampung Penyengat meninggal dunia (istimewa)

Siak, Riau (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada dua orang petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia setelah menjalankan tugas dan dua lainnya terkena stroke serta mengalami kecelakaan.

Komisioner KPU Siak Agus Haryanto di Siak, Rabu malam, mengatakan dari dua orang tersebut, satu orang di antaranya petugas Linmas bernama Lamhot Siringoringgo umur 41 tahun dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Kelurahan Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang. Seorang lagi Navid yang merupakan Sekretaris Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit.

"Lamhot Siringgoringgo meninggal pada Selasa (23/4). Saat ini jenazahnya dibawa ke kampung halamannya di Siantar, Sumatera Utara. Sementara Navid meninggal dunia Rabu (24/4) pada pukul 07.00 WIB," katanya.

Sebelumnya,Navid mengeluhkan rasa sakit kepada istrinya dan langsung dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat setempat. Namun malang tak dapat ditolak karena sesampainya di Puskesmas, dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut Agus, keduapetugas yang meninggal dunia tersebut dimungkinkan akibat kelelahan hebat. Itu karena aktivitas yang menghabiskan energi dalam pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

Sementara dua orang lainnya yang sakit dan kecelakaan pertama adalah anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Tualang mengalami stroke. Sedangkan satu orang lagi mengalami kecelakaan saat mengantarkan C1 yakni petugas di Kecamatan Kotogasib.

Sementara itu, Bupati Siak, Alfedri mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dua petugas tersebut. Untuk yang Sekretaris PPS pihaknya telah menjenguk langsung karena yang bersangkutan juga merupakan perangkat desa atau kampung.

"Semoga pengabdian dalam pemilu yang sudah dilaksanakan dengan baik menjadi amal jariah dan mendapat imbalan dari Allah SWT," ujarnya.

Untuk ke depannya dia mengaku sudah mengarahkan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pengecekan dan bantuan terhadap petugas pemilu. Dalam hal ini agar proses pleno dari kecamatan ke kabupaten saat ini berjalan dengan baik. "Kalau perlu vitaminnya ditambah," imbuhnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar