Vidio - Teror penembakan di Masjid New Zealand "live" di Facebook tuai kutukan

id teroris,penembakan masjid di selandia baru,viral,christchurch,new zealand,berita riau terbaru,berita riau antara

arsip foto. Seorang pemrotes membawa spanduk dalam sebuah aksi mengenai pengendalian senjata lebih lanjut, tiga hari setelah terjadi penembakan di Sekolah Marjory Stoneman Douglas, di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (17/2/2018). (REUTERS/Jonathan Drake)

Pekanbaru (ANTARA) - Pelaku penembakan jamaah shalat Jumat di Masjid di Kota Christchurch NewZealand (Selandia Baru)diketahui menyebarkan aksi terornya dengan siaran langsung atau “live” dengan media sosial Facebook.

Vidio tersebut tersebut kini “viral” di media sosial dan mengundang kutukan dari netizen di Tanah Air.

“Teroris, radikal,” kata seorang netizen widi*** di facebook.

Baca juga: Ribuan bunga penuhi masjid bentuk keprihatinan teror penembakan muslim New Zealand

Seorang netizen lainnya, mendoakan agar korban yang meninggal dunia bisa langsung masuk surga. Sebabnya, para korban dinilai mati syahid.

“Meninggal dunia syahid, semoga husnul khotimah,” kata netizen Do**.

Sedangkan netizen lainnya melihat video itu dan menggunakan emoji menangis untuk menunjukan kesedihan. Ada juga yang setelah menonton vidio itu bagaikan melihat permainan E-sport.

“Seperti permainan PUBG,” kata netizen Her***.

Baca juga: WNI korban teroris di Christchurch New Zealand kritis, kedutaan terkendala akses. Kok bisa?

ANTARA sempat melihat vidio yang tersebar luas tersebut berdurasi lebih dari satu menit. Dalam layar tertulis nama Brenton Tarrant, yang kuat dugaan adalah pelaku teror yang ‘live’ menggunakan facebook.

Pelaku membawa beberapa senjata dan langsung memberondong orang-orang yang ada di dalam masjid. Dikabarkan ada juga warga negara Indonesia yang menjadi korban karena berada di lokasi tersebut.

Pemerintah Indonesia mengecam penembakan terhadap jamaah Jumat di Masjid Selandia Baru itu dan mengirim belasungkawa bagi korban-korban.

Berikut ini vidio yang beredar. *kebijakan pembaca dibutuhkan karena konten cukup sadis.



Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar